Ada pertanyaan menggelitik yang saya temui di forum barusan tentang apakah seseorang lebih baik punya kamera dulu atau belajar motret/fotografi dulu baru beli kamera.
Nah setelah saya pikir-pikir pertanyaan ini mungkin hampir ada di benak setiap orang yang tertarik dengan fotografi. Sebenarnya jawaban atas pertanyaan ini sangatlah mudah dan tidak terlalu berbelit. Namun sebelumnya mungkin perlu dipertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum membuat keputusan atau memilih mana yang lebih baik.
Terlebih dulu pertimbangkan dulu TUJUAN anda terjun ke dunia fotografi. Apakah anda hanya ingin mengabadikan momen-momen dalam hidup sehingga tetap bisa menjadi kenangan di kemudian hari, ataukah anda ingin menjadikan fotografi sebagai hobi. Atau mungkin anda malah ingin menjadikan fotografi sebagai ladang penghasilan atau sebagai profesi secara profesional.
Setelah anda memutuskan dari ketiga pilihan tersebut di atas, baru langkah berikutnya adalah menentukan apakah belajar dulu atau beli kamera dulu. Pada prinsipnya, suatu proses pembelajaran hampir selalu bisa dikatakan akan membutuhkan sarana/alat untuk belajar. Nah, dari ketiga pilihan TUJUAN terjun ke dunia fotografi, kesemuanya akan membutuhkan keberadaan kamera, baik untuk tujuan dokumentasi, hobi maupun profesi. Tanpa kamera anda tidak akan bisa menjalani salah satu atau ketiganya.
Selanjutnya, yang patut juga dipertimbangkan adalah kecenderungan bahwa HOBI kadang juga bisa menjadi PROFESI. Seiring dengan berjalannya waktu, orang akan mulai berpikir apakah dia akan menghabiskan uang untuk hobi atau mulai mengubah hobi yang menguras kantong menjadi hobi yang mengisi kantong.
Setelah anda mempunyai ketetapan hati, yang dilakukan adalah memilih kamera. Proses pemilihan kamera juga ditentukan oleh TUJUAN awal kenapa seseorang terjun ke dunia fotografi. Untuk kebutuhan dokumentasi, kamera poket seharga 1.5-3juta mungkin sudah lebih dari cukup. Untuk hobi (adventure, jalan-jalan, street fotografi, dll) kamera prosumer sekelas G10 ato entry level sampai mid-range DSLR seharga 5-10jt mungkin sudah lebih dari cukup. Ditambah dengan berbagai macam pilihan lensa tambahan yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan hobi tersebut (meski lensa kit / standar pun sebenarnya sudah lebih dari cukup). Nah, lain halnya kalo TUJUAN sudah masuk ke ranah profesi. Dari sisi kamera mungkin kamera DSLR entry level-mid ragnge masih bisa dimanfaatkan, namun anda akan membutuhkan peralatan lain misalnya Flash, tambahan memory card, lampu studio, light stand, reflektor, dan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan.
Kesimpulannya, MEMBELI KAMERA DIGITAL di jaman seperti ini tidak akan ada ruginya, baik untuk sekedar dokumentasi ataupun akhirnya untuk tujuan profesi.
Ingat, we cannot repeat moments in the past, what we can do is just to make it as a memory through the pictures.
Selamat Datang
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar
Kamis, 10 Maret 2011
Pedoman Membeli Kamera D-SLR
Mungkin tulisan ini bisa dibilang agak terlambat karena saya udah memposting beberapa artikel tentang fotografi. Tetapi berhubung tadi pas baca di kaskus ada tulisan yang menurut saya sangat bermanfaat buat pemula seperti saya dan mungkin para pemula lain yang mulai menyukai fotografi, maka artikel ini sangat patut untuk saya tulis di sini.
Tulisan ini saya ambil langsung dari websitenya om Madia, http://www.mk-photography.biz/, salah seorang senior fotografi dan moderator forum fotografi yang tentu saja atas ijin tertulis dari beliau.
Semoga saja, tulisan ini dapat memberikan manfaat, baik secara langsung maupun tak langsung. Dan saya sarankan bagi yang memulai mempelajari tentang fotografi, website tersebut sangat bermanfaat dan memberikan inspirasi ilmu dengan gaya penyampaian yang sangat mudah dimengerti.
=====
Pedoman ini ditujukan bagi mereka yang sedang bingung membeli kamera Digital Single Lens Reflect, atau D-SLR. Apabila anda mengharapkan tulisan ini berupa perbandingan fitur-fitur, fasilitas, mega-pixel dan semua spesifikasi kamera, anda akan kecewa. Tulisan ini tidak akan membahas fasilitas kamera. Tulisan ini tidak akan membahas mega-pixel dan tidak akan membandingkan kamera X dengan kamera Y. Sudah banyak tulisan tentang hal itu di internet dan saya tidak berniat untuk menambah satu lagi.
Tulisan ini berupa pedoman, dan cara mengelompokan kamera yang sesuai dengan kebutuhkan anda. Tulisan ini akan mencoba membantu anda mengambil keputusan yang terbaik dalam memilih dan membeli kamera DSLR. Jadi, jangan berharap di tulisan ini saya menyarankan anda sebaiknya membeli kamera X atau Y. Bila itu yang anda harapkan, maaf, tulisan ini bukan untuk anda hehehehe.
Pendeknya
Apabila anda ingin jawaban yang singkat, langkah membeli kamera D-SLR sebenarnya amat mudah. Anda tinggal tentukan jumlah uang yang akan anda belanjakan, sehingga pilihan model kamera yang anda tinggal sedikit. Lalu tentukan merk apa yang anda nyaman. Pemilihan ini juga dipikirkan teman-teman anda memakai merk apa. Kalau anda berencana bisa pinjam-meminjam alat dan aksesoris ketika hunting bersama, pilih merk yang sama. Kalau anda ingin berbeda, ya tinggal pilih merk kamera yang berbeda dari teman anda. Selanjutnya, tinggal anda membeli kamera tersebut. Langkah ini yang paling sulit biasanya hehehehehe…..
Baik, itu versi pendeknya. Kalau mau versi panjangnya, kita mulai dengan membahas…..
Kelas Pengguna Kamera
Semua merk kamera D-SLR membagi konsumen mereka di kelas-kelas pengguna kamera. Pembagian kelas ini juga menentukan, harga yang mereka pasang untuk produk mereka di masing-masing kelas. Para produsen kamera biasanya membagi konsumen mereka menjadi beberapa kelompok:
- Entry level
- Hobby
- Semi Professional
- Professional
Profesional adalah wartawan foto yang setiap hari dipanggil tugas untuk meliput dalam kondisi apapun, panas, hujan, badai pasir, di lapangan olah raga, atau bahkan di medan perang. Profesional adalah fotografer komersil yang melakukan pemotretan hampir setiap hari. Profesional adalah mereka yang akan memakai kamera mereka hingga limitnya.
Kamera untuk pengguna ini didesain dengan ketahanan yang kuat dan tingkat kehandalan yang tinggi. Biasanya body-nya terbuat dari campuran metal, dengan tingkat kerapatan karet pelindung yang tinggi, sehingga dikatakan weather-proof. Bisa dipakai dibawah hujan, walaupun tidak dikatakan water-proof. Fasilitas dan fitur-fiturnya dibuat amat beragam dengan akses terhadap fitur tersebut dibuat lebih mudah (diberi banyak sekali tombol akses untuk fasilitas). Fiturnya pun banyak yang bisa diatur sendiri, sehingga fotografer bisa memiliki banyak sekali pilihan untuk bekerja.
Semi-profesional adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk mencari uang, akan tetapi tidak membutuhkan ketahanan kamera seperti mereka yang profesional. Fasilitas, kehandalan, dan ketahanan kamera mereka tidaklah perlu sekuat kamera profesional. Semi-profesional adalah fotografer pernikahan yang lebih banyak memakai kamera mereka pada akhir pekan.
Hobby adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk hobby mereka. Kamera dipakai untuk bersenang-senang dan melepas penat pekerjaan utama mereka. Kamera dipakai sekali-sekali atau mungkin tiap akhir pekan bersama teman-teman mereka.
Sedangkan Entry Level adalah orang-orang yang baru saja ‘kenal’ dengan kamera. Entry level, seperti namanya, adalah tingkatan pemakai kamera yang baru ‘masuk’ ke dunia kamera. Hal ini dikarenakan harga kamera di kelas ini adalah harga yang paling murah dibanding kelas-kelas yang lain.
Kamera untuk pengguna Entry Level biasanya diberikan yang dasar saja (dan beberapa fitur “penarik” untuk tujuan marketing). Body kameranya dibuat dari plastik, dengan ketahanan dan kehandalan yang dibuat cukup untuk pengguna level ini. Fasilitas dan fitur-fiturnya kebanyakan “disembunyikan” di dalam menu, sehingga untuk mengaksesnya harus melalui menu terlebih dahulu. Kamera di kelas ini tetap memiliki karet seal, akan tetapi tidak serapat kelas-kelas di atasnya. Sehingga kamera ini tidak bisa disebut weather-proof, walaupun ada beberapa temen yang tetap berani pakai kamera ini walaupun sedang hujan.
Di antara kedua ujung spektrum pengguna Entry Level dan Professional, ada pengguna Hobby dan Semi-Profesional. Fasilitas, ketahanan body, serta desain dasarnya jelas berada diantara kamera kelas Profesional dan kamera kelas Entry Level. Pada rentang antara ini, model kamera yang ditawarkan amat beragam dengan fasilitas dan fitur yang juga amat beragam. Batasan antara kamera Hobby dan kamera Semi-Profesional amatlah kabur dan mengundang perdebatan.
Harap diingat bahwa produsen kamera tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mengelompokan konsumen mereka dalam kelompok-kelompok itu saja dengan 4 jenis kamera yang berbeda-beda dalam suatu waktu. Mereka bisa saja memiliki lebih dari 4 (empat) produk dengan tingkat fasilitas dan fitur yang berbeda-beda. Semakin banyak pilihan, tentunya semakin banyak kemungkinan seorang pembeli bisa memilih yang lebih sesuai dengan kebutuhan (dan kantong) mereka.
Kebanyakan dari anda, yang membaca tulisan ini, jatuh di katagori Entry Level atau Hobby. Mungkin, dengan kekuatan uang anda, anda bisa mengatakan kalau anda bisa memakai kamera Semi-Profesional atau bahkan kamera Profesional. Bisa saja, dan tentu saja sah-sah saja kalau anda berencana membeli kamera yang terbaik dengan uang anda. Tulisan ini hanya memberikan pedoman dasar, pasar kamera D-SLR seperti apa. Selanjutnya, keputusannya tetap terserah anda.
Merk
Sekarang ini, di pasaran D-SLR, hanya ada 2 (dua) merk yang menguasai pasar kamera D-SLR 35mm. Keduanya adalah Nikon dan Canon. Mereka berdua menguasai hampir 85% pangsa pasar kamera D-SLR. Menurut data 2007, yang saya ambil dari laporan di site ini, Canon berhasil menjual 3.18 juta unit kamera D-SLR, sedangkan Nikon berhasil menjual 2.98 juta unit kamera. Angka-angka tersebut merupakan 42.7% untuk Canon dan 40% untuk Nikon dari total unit penjualan kamera D-SLR di tahun 2007. Di tahun 2006, Canon mendapat 46.7% sedangkan Nikon mendapat 33%.
Patut dicatat , angka-angka itu tidak mencerminkan total pemasukan (revenue) untuk perusahaan (dalam Dollar ataupun Yen bahkan Rupiah), dan juga tidak mencerminkan total unit penjualan semua kamera (compact dan D-SLR).
Tentu saja, selain Nikon dan Canon, juga terdapat merk-merk lain yang juga memiliki kamera D-SLR yang cukup bagus. Mereka adalah Olympus, Sony, Pentax, dan Sigma. Dalam hal Sony, mereka mulai masuk pasar D-SLR setelah mereka membeli teknologi D-SLR yang dimiliki oleh Konica-Minolta yang bangkrut, tidak kuat bersaing di pasar D-SLR. Jadi, kamera sony dapat memakai lensa-lensa auto-focus milik Minolta. Sony juga memasok sensor untuk beberapa model kamera D-SLR Nikon
Agama
Loh? Kok agama dibawa-bawa di sini?
Begitu anda memilih salah satu merk kamera, berarti anda sudah memilih sebuah paket sistem kamera. Berarti anda sudah memilih lensanya, memilih aksesorisnya, lengkap beserta komunitasnya. Fanatisme pengguna kamera di dunia terkadang bisa disamakan dengan fanatisme pemeluk agama.
Salah satu teman dosen fotografi saya pernah bercanda sama mahasiswa barunya, “Eh, agama kamu apaan?”
Lalu, mahasiswa baru ini sambil kebingungan menjawab ragu-ragu, “Eee… saya Kristen pak.”
Teman saya ini menjawab, “Wah, salah. Di sini, cuma ada agama Nikon, Canon, Olympus dan Sony. Agama kamu apaan?”
Saya sendiri pemakai Nikon. Saya tidak pernah mengatakan (dengan serius) bahwa Canon memiliki produk yang jelek. Saya memakai Nikon karena saya memang sudah sejak awal (pada jaman kamera film) sudah memakai kamera Nikon. Jadi, saya memang sudah terbiasa dan nyaman dengan Nikon. Memang saya sudah bercanda dengan teman-teman, dan menjelekkan merk teman saya yang berbeda dengan Nikon. Tapi itu hanya sebatas bercanda. Saya percaya penuh, Canon memiliki produk yang bagus juga. Hanya saja, saya lebih menyukai Nikon. Itu sama saja seperti saya mengatakan saya lebih menyukai sate ayam ketimbang soto.
Ketika memilih merk kamera, saya lebih menyarankan untuk menyamai merk kamera yang sudah dipakai oleh teman-teman dekat anda. Dengan memilih merk kamera yang sudah dipakai teman-teman dekat anda, koleksi alat anda (lensa dan flash) menjadi lebih beragam ketika anda bersama teman-teman anda hunting foto bersama. Anda bisa tukar-tukaran lensa.
Kecuali kalau anda berprinsip “Asal Beda”. Kalau prinsip anda, harus beda dengan teman anda, ya berarti pilihan anda sudah jelas bukan?
Teknologi
Dengan tingkat persaingan merk kamera yang seketat ini, bisa dikatakan, kamera terbaru yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera dapat dipastikan memiliki teknologi yang paling baru yang dimiliki oleh produsen tersebut. Kamera baru, artinya, teknologi baru. Setiap produsen pasti berlomba-lomba untuk memberikan kamera yang memiliki teknologi tertinggi yang dapat diberikan produsen tersebut pada kelas kamera yang bersangkutan.
Walaupun kebanyakan dari konsumen kamera adalah merupakan konsumen yang loyal terhadap sebuah merk kamera, kalau merk tersebut sudah terlalu lama tidak mengeluarkan model terbaru (dengan kata lain, tidak melakukan pengembangan teknologi), konsumen mereka ini bisa-bisa “ganti agama”, pindah merk. Kalau terlalu banyak yang pindah agama seperti itu, tidak peduli seberapa besar merk tersebut, merk tersebut bisa-bisa colaps atau bahkan, bangkrut (Contohnya Minolta, Konica, Kyocera).
Kita sebagai konsumen tinggal tenang-tenang saja. Dengan persaingan yang amat ketat itu, dapat dipastikan produsen kamera akan mengeluarkan produk kamera yang berteknologi tinggi dengan harga semurah mungkin yang mereka bisa berikan. Nasib dan kelangsungan hidup dari perusahaan-perusahaan kamera itu amat bergantung pada kamera yang mereka produksi dan pasarkan. Jadi, pastilah mereka memastikan bahwa kamera-kamera yang mereka pasarkan akan memiliki teknologi terbaru yang dapat memenuhi kebutuhan anda.
Dengan persaingan yang amat ketat itu, juga dapat dipastikan bahwa semua kamera yang anda beli pasti tidak akan mengecewakan. Semua model, semua tipe, semua merk kamera D-SLR yang ada di pasaran sekarang, pasti bisa membantu anda membuat foto yang bagus. Sekarang, pertanyaannya tinggal, bagaimana anda memakai alat itu, kamera itu, untuk membuat sebuah foto yang bagus. Tidak ada orang yang pernah bertanya pada pelukis, “Lukisan itu dibuat pakai kuas dan cat merk apa?”
Jadi, carilah kamera yang paling baru yang paling mungkin untuk kelas penggunaan anda dan kantong anda.
Feel
Anda mungkin dapat melakukan banyak riset terhadap fitur-fitur kamera yang ada di pasaran sekarang ini. Anda mungkin membaca majalah, artikel internet, forum-forum diskusi, atau mailing-list. Bisa dikatakan, semua data tertulis bisa anda dapatkan dengan mudah.
Setelah anda melakukan itu semua, saya amat sarankan agar anda tetap mencoba memegang kamera yang anda incar. Bahkan, apabila memungkinkan, anda pinjam dulu model kamera tersebut dari teman atau tempat sewa kamera. Anda pegang kameranya di toko kamera. Rasakan bagaimana handling dari kamera tersebut. Coba rasakan apakah anda nyaman dengan navigasi menu-nya. Coba potret dengan kamera tersebut, termasuk mencoba semua tombol yang ada di kamera tersebut. Tanyakan pada customer service toko kamera tersebut. Tanyakan pada teman anda.
Pada intinya, coba test-drive model kamera yang anda incar. Ada banyak sekali fitur-fitur dan fasilitas yang tidak disebutkan dalam spesifikasi yang dipublikasikan oleh produsen kamera. Berat kamera perlu anda rasakan sendiri. Apakah ukuran dari kamera tersebut pas dengan genggaman tangan anda? Tidak cukup menentukan sebuah kamera, hanya dengan membaca hasil review dan spesifikasi yang ada di majalah atau internet. Anda perlu merasakannya sendiri.
Ada teman saya yang langsung jatuh cinta pada sebuah model kamera, begitu dia mencoba kamera tersebut. Bahkan dia berusaha setengah mati mencari model kamera tersebut, ketika dia mengetahui bahwa model tersebut akan tidak diproduksi lagi karena sudah ada model yang lebih baru.
Model Kamera
Setelah mengetahui tentang kelas-kelas kamera, bagaimana mengenali dengan mudah kamera tersebut berada di kelas tersebut. Langkah pertama, tentu saja dengan melihat harganya. Lalu, selain harganya, kelas-kelas kamera bisa dilihat dari penamaan model-model kamera. Setiap produsen kamera memiliki cara penamaan tersendiri untuk membedakan kamera-kamera mereka pada di kelas yang mana.
Khusus untuk merk Nikon, kamera-kamera D-SLR mereka selalu diawali dengan huruf “D” lalu beberapa angka tergantung kelasnya. Kamera-kamera Nikon untuk:
- kelas Professional, satu digit saja, seperti D1, D1x, D1h, D2x, D2h, dan D3.
- kelas Semi-Professional, 3 digit angka, seperti D100, D200, D300 dan D700.
- kelas Hobby, 2 digit angka diatas angka 70, seperti D70, D70s, D80 dan D90.
- kelas Entry Level, 2 digit angka dibawab angka 70, seperti D40, D40x, D50 dan D60.
Untuk kamera merk Canon, jenjang perbedaan kelas-kelas kamera mereka lebih lebar. Pada awalnya, mereka juga memakai huruf “D” di awal nama model kamera mereka, diikuti dengan beberapa digit angka. Akan tetapi, kemudian mereka merubahnya dengan meletakkan huruf “D” setelah beberapa digit angka. Hal ini hanya agak berbeda dengan saingan utamanya, Nikon (Nikon juga melakukannya untuk membedakan dengan Canon). Jadi, untuk kamera-kamera Canon, pengelompokkan kelas-kelas kamera mereka sebagai berikut (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
- 1Ds, 1Ds Mk II, 1Ds Mk III
- 1D, 1D Mk II, 1D Mk II N, 1D Mk III
- 5D, 5D Mk II
- D30, D60, 10D, 20D, 30D, 40D, 50D
- 300D, 350D, 400D, 450D
- 1000D
Canon baru saja meluncurkan 1000D, yang ‘diletakkan’ di bawah 450D. Sebelum ada 1000D, seri-seri 400D dan 450D adalah seri Entry Level Canon.
Sedangkan untuk Olympus, mereka menggunakan huruf E untuk kamera-kamera mereka (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
- E-1, E-3
- E-500, E-510, E-520
- E-300, E-330
- E-400, E-410, E-420
Harga
Jelas, kalau kita sudah berpikir bahwa produsen memilah-milah konsumennya dari tingkat penggunaan kamera mereka, kita dapat memilah-milah kamera mana yang berada di kelas ‘atas’ atau di ‘bawah’. Dengan berpatokan pada harga kamera, kita bisa melihat pada suatu titik tertentu, kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Entry Level, dan kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Professional.
Entry level akan memiliki harga yang paling murah dari semua model kamera yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera. Bahkan biasanya, kamera pada tingkatan Entry Level lebih banyak ditawarkan dalam bentuk paket body dan lensa. Kamera Profesional akan memiliki level harga yang paling tinggi. Saking tingginya, 1 (satu) unit kamera kelas Profesional, body only, bisa membeli hingga lebih dari 10 (sepuluh) buah kamera Entry Level, lengkap dengan lensa kit-nya.
Pada umumnya, kamera seri Entry Level akan dijual dikisaran harga US$ 500 hingga US$ 600 lengkap dengan lensa kit-nya. Harga ini adalah harga minimal yang perlu dibayarkan untuk “masuk” ke dunia D-SLR. Harga ini naik terus seiring dengan naiknya kelas pengguna kamera, hingga pada ujung rentang harga, terdapat kamera Professional merk Canon yang dijual dengan harga US$ 7.000, body only.
Harga-harga tersebut adalah harga kamera tipe terbaru. Apabila anda ingin harga yang lebih murah, anda bisa mencari kamera dengan tipe yang 1 (satu) model lebih awal pada kelas tersebut (tentu saja apabila stok kamera tersebut belum habis). Selain itu, untuk mencari kamera yang lebih murah, anda juga bisa mencari kamera bekas (second hand) yang banyak dijual di internet atau di toko kamera. Tentu saja, anda perlu berhati-hati ketika anda berencana membeli kamera bekas.
Ketika anda ingin membeli kamera bekas, sebaiknya anda:
- membeli pada orang yang anda benar-benar kenal (teman anda),
- bertanya pada teman yang lebih berpengalaman,
- membeli dari toko kamera yang terpercaya, atau
- membawa teman anda yang lebih pengalaman sehingga dia bisa membantu anda memeriksa kondisi kamera yang akan dijual.
Black Market
Ketika mencari-cari informasi tentang harga kamera D-SLR, anda harap berhati-hati ketika anda mencari harga yang paling murah. Beberapa toko kamera menjual kamera mereka dengan harga yang amat murah, akan tetapi tidak disertai dengan garansi resmi dari distributor Indonesia.
Membeli kamera hampir sama dengan dengan membeli handphone. Ada harga garansi resmi, dan ada juga harga “garansi toko” atau lebih dikenal dengan nama “Barang Black Market”. Terkadang, toko kamera menyamarkan jenis barang ini dengan tetap menawarkan garansi, akan tetapi garansi Internasional.
Apabila anda memang ingin membeli kamera dengan garansi resmi, pastikan kamera yang anda beli memiliki garansi yang berasal dari:
- Nikon, garansi Nikon Indonesia, atau PT. Alta Nikindo
- Canon, garansi Canon Indonesia, atau PT. Datascript
- Olympus, garansi Olympus Customer Care Indonesia (OCCI)
- Sony, garansi Sony Indonesia, atau PT. Sony Indonesia
Kenapa garansi resmi penting? Karena kamera digital adalah alat elektronik yang membutuhkan ketelitian untuk memproduksinya. Dengan membeli alat elektronik yang memiliki garansi resmi, anda terbebas dari pikiran was-was ketika anda memakai alat anda. Anda juga akan mendapat banyak kemudahan dan beberapa servis cuma-cuma (atau potongan harga) apabila anda membeli kamera dengan garansi resmi. Harga jual kamera anda juga dapat lebih tinggi ketimbang kamera yang dibeli tanpa garansi resmi.
Tentu saja, anda tidak diharuskan membeli kamera dengan garansi resmi. Pilihan tetap pada anda. Akan tetapi, resiko juga tanggung sendiri. Terkadang, distributor resmi akan mempersulit (atau memahalkan) proses servis kamera anda apabila terjadi sesuatu pada kamera anda.
Saran saya, belilah kamera digital anda dengan garansi resmi. Percayalah, beda harga tersebut tidak signifikan dalam jangka waktu anda memiliki kamera tersebut.
Buat Keputusan
Ini langkah yang paling sulit. Setelah anda banyak membaca, melakukan riset, menentukan budget anda, menentukan pilihan model kamera yang anda inginkan, mencoba dan merasakan bagaimana kamera itu di tangan anda, dan akhirnya, mulai berani menentukan model kamera apa yang anda inginkan.
Setelah itu, hanya satu yang anda perlu lakukan. TERJUN !!
Tutup mata anda, buang semua keraguan, lakukan pembelian kamera sesuai dengan keputusan anda. Kalau anda terus menunggu dan terus membaca dan terus bertanya, anda tidak akan punya kamera. Anda tidak akan motret.
Pilihannya ada di anda. Anda sudah membaca sampai sejauh ini. Semua sudah dibahas. Tinggal anda yang memutuskan, apakah anda benar-benar ingin motret dan menghasilkan foto-foto yang selama ini anda lihat….. atau anda akan terus menunggu.
Tulisan ini saya ambil langsung dari websitenya om Madia, http://www.mk-photography.biz/, salah seorang senior fotografi dan moderator forum fotografi yang tentu saja atas ijin tertulis dari beliau.
Semoga saja, tulisan ini dapat memberikan manfaat, baik secara langsung maupun tak langsung. Dan saya sarankan bagi yang memulai mempelajari tentang fotografi, website tersebut sangat bermanfaat dan memberikan inspirasi ilmu dengan gaya penyampaian yang sangat mudah dimengerti.
=====
Pedoman ini ditujukan bagi mereka yang sedang bingung membeli kamera Digital Single Lens Reflect, atau D-SLR. Apabila anda mengharapkan tulisan ini berupa perbandingan fitur-fitur, fasilitas, mega-pixel dan semua spesifikasi kamera, anda akan kecewa. Tulisan ini tidak akan membahas fasilitas kamera. Tulisan ini tidak akan membahas mega-pixel dan tidak akan membandingkan kamera X dengan kamera Y. Sudah banyak tulisan tentang hal itu di internet dan saya tidak berniat untuk menambah satu lagi.
Tulisan ini berupa pedoman, dan cara mengelompokan kamera yang sesuai dengan kebutuhkan anda. Tulisan ini akan mencoba membantu anda mengambil keputusan yang terbaik dalam memilih dan membeli kamera DSLR. Jadi, jangan berharap di tulisan ini saya menyarankan anda sebaiknya membeli kamera X atau Y. Bila itu yang anda harapkan, maaf, tulisan ini bukan untuk anda hehehehe.
Pendeknya
Apabila anda ingin jawaban yang singkat, langkah membeli kamera D-SLR sebenarnya amat mudah. Anda tinggal tentukan jumlah uang yang akan anda belanjakan, sehingga pilihan model kamera yang anda tinggal sedikit. Lalu tentukan merk apa yang anda nyaman. Pemilihan ini juga dipikirkan teman-teman anda memakai merk apa. Kalau anda berencana bisa pinjam-meminjam alat dan aksesoris ketika hunting bersama, pilih merk yang sama. Kalau anda ingin berbeda, ya tinggal pilih merk kamera yang berbeda dari teman anda. Selanjutnya, tinggal anda membeli kamera tersebut. Langkah ini yang paling sulit biasanya hehehehehe…..
Baik, itu versi pendeknya. Kalau mau versi panjangnya, kita mulai dengan membahas…..
Kelas Pengguna Kamera
Semua merk kamera D-SLR membagi konsumen mereka di kelas-kelas pengguna kamera. Pembagian kelas ini juga menentukan, harga yang mereka pasang untuk produk mereka di masing-masing kelas. Para produsen kamera biasanya membagi konsumen mereka menjadi beberapa kelompok:
- Entry level
- Hobby
- Semi Professional
- Professional
Profesional adalah wartawan foto yang setiap hari dipanggil tugas untuk meliput dalam kondisi apapun, panas, hujan, badai pasir, di lapangan olah raga, atau bahkan di medan perang. Profesional adalah fotografer komersil yang melakukan pemotretan hampir setiap hari. Profesional adalah mereka yang akan memakai kamera mereka hingga limitnya.
Kamera untuk pengguna ini didesain dengan ketahanan yang kuat dan tingkat kehandalan yang tinggi. Biasanya body-nya terbuat dari campuran metal, dengan tingkat kerapatan karet pelindung yang tinggi, sehingga dikatakan weather-proof. Bisa dipakai dibawah hujan, walaupun tidak dikatakan water-proof. Fasilitas dan fitur-fiturnya dibuat amat beragam dengan akses terhadap fitur tersebut dibuat lebih mudah (diberi banyak sekali tombol akses untuk fasilitas). Fiturnya pun banyak yang bisa diatur sendiri, sehingga fotografer bisa memiliki banyak sekali pilihan untuk bekerja.
Semi-profesional adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk mencari uang, akan tetapi tidak membutuhkan ketahanan kamera seperti mereka yang profesional. Fasilitas, kehandalan, dan ketahanan kamera mereka tidaklah perlu sekuat kamera profesional. Semi-profesional adalah fotografer pernikahan yang lebih banyak memakai kamera mereka pada akhir pekan.
Hobby adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk hobby mereka. Kamera dipakai untuk bersenang-senang dan melepas penat pekerjaan utama mereka. Kamera dipakai sekali-sekali atau mungkin tiap akhir pekan bersama teman-teman mereka.
Sedangkan Entry Level adalah orang-orang yang baru saja ‘kenal’ dengan kamera. Entry level, seperti namanya, adalah tingkatan pemakai kamera yang baru ‘masuk’ ke dunia kamera. Hal ini dikarenakan harga kamera di kelas ini adalah harga yang paling murah dibanding kelas-kelas yang lain.
Kamera untuk pengguna Entry Level biasanya diberikan yang dasar saja (dan beberapa fitur “penarik” untuk tujuan marketing). Body kameranya dibuat dari plastik, dengan ketahanan dan kehandalan yang dibuat cukup untuk pengguna level ini. Fasilitas dan fitur-fiturnya kebanyakan “disembunyikan” di dalam menu, sehingga untuk mengaksesnya harus melalui menu terlebih dahulu. Kamera di kelas ini tetap memiliki karet seal, akan tetapi tidak serapat kelas-kelas di atasnya. Sehingga kamera ini tidak bisa disebut weather-proof, walaupun ada beberapa temen yang tetap berani pakai kamera ini walaupun sedang hujan.
Di antara kedua ujung spektrum pengguna Entry Level dan Professional, ada pengguna Hobby dan Semi-Profesional. Fasilitas, ketahanan body, serta desain dasarnya jelas berada diantara kamera kelas Profesional dan kamera kelas Entry Level. Pada rentang antara ini, model kamera yang ditawarkan amat beragam dengan fasilitas dan fitur yang juga amat beragam. Batasan antara kamera Hobby dan kamera Semi-Profesional amatlah kabur dan mengundang perdebatan.
Harap diingat bahwa produsen kamera tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mengelompokan konsumen mereka dalam kelompok-kelompok itu saja dengan 4 jenis kamera yang berbeda-beda dalam suatu waktu. Mereka bisa saja memiliki lebih dari 4 (empat) produk dengan tingkat fasilitas dan fitur yang berbeda-beda. Semakin banyak pilihan, tentunya semakin banyak kemungkinan seorang pembeli bisa memilih yang lebih sesuai dengan kebutuhan (dan kantong) mereka.
Kebanyakan dari anda, yang membaca tulisan ini, jatuh di katagori Entry Level atau Hobby. Mungkin, dengan kekuatan uang anda, anda bisa mengatakan kalau anda bisa memakai kamera Semi-Profesional atau bahkan kamera Profesional. Bisa saja, dan tentu saja sah-sah saja kalau anda berencana membeli kamera yang terbaik dengan uang anda. Tulisan ini hanya memberikan pedoman dasar, pasar kamera D-SLR seperti apa. Selanjutnya, keputusannya tetap terserah anda.
Merk
Sekarang ini, di pasaran D-SLR, hanya ada 2 (dua) merk yang menguasai pasar kamera D-SLR 35mm. Keduanya adalah Nikon dan Canon. Mereka berdua menguasai hampir 85% pangsa pasar kamera D-SLR. Menurut data 2007, yang saya ambil dari laporan di site ini, Canon berhasil menjual 3.18 juta unit kamera D-SLR, sedangkan Nikon berhasil menjual 2.98 juta unit kamera. Angka-angka tersebut merupakan 42.7% untuk Canon dan 40% untuk Nikon dari total unit penjualan kamera D-SLR di tahun 2007. Di tahun 2006, Canon mendapat 46.7% sedangkan Nikon mendapat 33%.
Patut dicatat , angka-angka itu tidak mencerminkan total pemasukan (revenue) untuk perusahaan (dalam Dollar ataupun Yen bahkan Rupiah), dan juga tidak mencerminkan total unit penjualan semua kamera (compact dan D-SLR).
Tentu saja, selain Nikon dan Canon, juga terdapat merk-merk lain yang juga memiliki kamera D-SLR yang cukup bagus. Mereka adalah Olympus, Sony, Pentax, dan Sigma. Dalam hal Sony, mereka mulai masuk pasar D-SLR setelah mereka membeli teknologi D-SLR yang dimiliki oleh Konica-Minolta yang bangkrut, tidak kuat bersaing di pasar D-SLR. Jadi, kamera sony dapat memakai lensa-lensa auto-focus milik Minolta. Sony juga memasok sensor untuk beberapa model kamera D-SLR Nikon
Agama
Loh? Kok agama dibawa-bawa di sini?
Begitu anda memilih salah satu merk kamera, berarti anda sudah memilih sebuah paket sistem kamera. Berarti anda sudah memilih lensanya, memilih aksesorisnya, lengkap beserta komunitasnya. Fanatisme pengguna kamera di dunia terkadang bisa disamakan dengan fanatisme pemeluk agama.
Salah satu teman dosen fotografi saya pernah bercanda sama mahasiswa barunya, “Eh, agama kamu apaan?”
Lalu, mahasiswa baru ini sambil kebingungan menjawab ragu-ragu, “Eee… saya Kristen pak.”
Teman saya ini menjawab, “Wah, salah. Di sini, cuma ada agama Nikon, Canon, Olympus dan Sony. Agama kamu apaan?”
Saya sendiri pemakai Nikon. Saya tidak pernah mengatakan (dengan serius) bahwa Canon memiliki produk yang jelek. Saya memakai Nikon karena saya memang sudah sejak awal (pada jaman kamera film) sudah memakai kamera Nikon. Jadi, saya memang sudah terbiasa dan nyaman dengan Nikon. Memang saya sudah bercanda dengan teman-teman, dan menjelekkan merk teman saya yang berbeda dengan Nikon. Tapi itu hanya sebatas bercanda. Saya percaya penuh, Canon memiliki produk yang bagus juga. Hanya saja, saya lebih menyukai Nikon. Itu sama saja seperti saya mengatakan saya lebih menyukai sate ayam ketimbang soto.
Ketika memilih merk kamera, saya lebih menyarankan untuk menyamai merk kamera yang sudah dipakai oleh teman-teman dekat anda. Dengan memilih merk kamera yang sudah dipakai teman-teman dekat anda, koleksi alat anda (lensa dan flash) menjadi lebih beragam ketika anda bersama teman-teman anda hunting foto bersama. Anda bisa tukar-tukaran lensa.
Kecuali kalau anda berprinsip “Asal Beda”. Kalau prinsip anda, harus beda dengan teman anda, ya berarti pilihan anda sudah jelas bukan?
Teknologi
Dengan tingkat persaingan merk kamera yang seketat ini, bisa dikatakan, kamera terbaru yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera dapat dipastikan memiliki teknologi yang paling baru yang dimiliki oleh produsen tersebut. Kamera baru, artinya, teknologi baru. Setiap produsen pasti berlomba-lomba untuk memberikan kamera yang memiliki teknologi tertinggi yang dapat diberikan produsen tersebut pada kelas kamera yang bersangkutan.
Walaupun kebanyakan dari konsumen kamera adalah merupakan konsumen yang loyal terhadap sebuah merk kamera, kalau merk tersebut sudah terlalu lama tidak mengeluarkan model terbaru (dengan kata lain, tidak melakukan pengembangan teknologi), konsumen mereka ini bisa-bisa “ganti agama”, pindah merk. Kalau terlalu banyak yang pindah agama seperti itu, tidak peduli seberapa besar merk tersebut, merk tersebut bisa-bisa colaps atau bahkan, bangkrut (Contohnya Minolta, Konica, Kyocera).
Kita sebagai konsumen tinggal tenang-tenang saja. Dengan persaingan yang amat ketat itu, dapat dipastikan produsen kamera akan mengeluarkan produk kamera yang berteknologi tinggi dengan harga semurah mungkin yang mereka bisa berikan. Nasib dan kelangsungan hidup dari perusahaan-perusahaan kamera itu amat bergantung pada kamera yang mereka produksi dan pasarkan. Jadi, pastilah mereka memastikan bahwa kamera-kamera yang mereka pasarkan akan memiliki teknologi terbaru yang dapat memenuhi kebutuhan anda.
Dengan persaingan yang amat ketat itu, juga dapat dipastikan bahwa semua kamera yang anda beli pasti tidak akan mengecewakan. Semua model, semua tipe, semua merk kamera D-SLR yang ada di pasaran sekarang, pasti bisa membantu anda membuat foto yang bagus. Sekarang, pertanyaannya tinggal, bagaimana anda memakai alat itu, kamera itu, untuk membuat sebuah foto yang bagus. Tidak ada orang yang pernah bertanya pada pelukis, “Lukisan itu dibuat pakai kuas dan cat merk apa?”
Jadi, carilah kamera yang paling baru yang paling mungkin untuk kelas penggunaan anda dan kantong anda.
Feel
Anda mungkin dapat melakukan banyak riset terhadap fitur-fitur kamera yang ada di pasaran sekarang ini. Anda mungkin membaca majalah, artikel internet, forum-forum diskusi, atau mailing-list. Bisa dikatakan, semua data tertulis bisa anda dapatkan dengan mudah.
Setelah anda melakukan itu semua, saya amat sarankan agar anda tetap mencoba memegang kamera yang anda incar. Bahkan, apabila memungkinkan, anda pinjam dulu model kamera tersebut dari teman atau tempat sewa kamera. Anda pegang kameranya di toko kamera. Rasakan bagaimana handling dari kamera tersebut. Coba rasakan apakah anda nyaman dengan navigasi menu-nya. Coba potret dengan kamera tersebut, termasuk mencoba semua tombol yang ada di kamera tersebut. Tanyakan pada customer service toko kamera tersebut. Tanyakan pada teman anda.
Pada intinya, coba test-drive model kamera yang anda incar. Ada banyak sekali fitur-fitur dan fasilitas yang tidak disebutkan dalam spesifikasi yang dipublikasikan oleh produsen kamera. Berat kamera perlu anda rasakan sendiri. Apakah ukuran dari kamera tersebut pas dengan genggaman tangan anda? Tidak cukup menentukan sebuah kamera, hanya dengan membaca hasil review dan spesifikasi yang ada di majalah atau internet. Anda perlu merasakannya sendiri.
Ada teman saya yang langsung jatuh cinta pada sebuah model kamera, begitu dia mencoba kamera tersebut. Bahkan dia berusaha setengah mati mencari model kamera tersebut, ketika dia mengetahui bahwa model tersebut akan tidak diproduksi lagi karena sudah ada model yang lebih baru.
Model Kamera
Setelah mengetahui tentang kelas-kelas kamera, bagaimana mengenali dengan mudah kamera tersebut berada di kelas tersebut. Langkah pertama, tentu saja dengan melihat harganya. Lalu, selain harganya, kelas-kelas kamera bisa dilihat dari penamaan model-model kamera. Setiap produsen kamera memiliki cara penamaan tersendiri untuk membedakan kamera-kamera mereka pada di kelas yang mana.
Khusus untuk merk Nikon, kamera-kamera D-SLR mereka selalu diawali dengan huruf “D” lalu beberapa angka tergantung kelasnya. Kamera-kamera Nikon untuk:
- kelas Professional, satu digit saja, seperti D1, D1x, D1h, D2x, D2h, dan D3.
- kelas Semi-Professional, 3 digit angka, seperti D100, D200, D300 dan D700.
- kelas Hobby, 2 digit angka diatas angka 70, seperti D70, D70s, D80 dan D90.
- kelas Entry Level, 2 digit angka dibawab angka 70, seperti D40, D40x, D50 dan D60.
Untuk kamera merk Canon, jenjang perbedaan kelas-kelas kamera mereka lebih lebar. Pada awalnya, mereka juga memakai huruf “D” di awal nama model kamera mereka, diikuti dengan beberapa digit angka. Akan tetapi, kemudian mereka merubahnya dengan meletakkan huruf “D” setelah beberapa digit angka. Hal ini hanya agak berbeda dengan saingan utamanya, Nikon (Nikon juga melakukannya untuk membedakan dengan Canon). Jadi, untuk kamera-kamera Canon, pengelompokkan kelas-kelas kamera mereka sebagai berikut (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
- 1Ds, 1Ds Mk II, 1Ds Mk III
- 1D, 1D Mk II, 1D Mk II N, 1D Mk III
- 5D, 5D Mk II
- D30, D60, 10D, 20D, 30D, 40D, 50D
- 300D, 350D, 400D, 450D
- 1000D
Canon baru saja meluncurkan 1000D, yang ‘diletakkan’ di bawah 450D. Sebelum ada 1000D, seri-seri 400D dan 450D adalah seri Entry Level Canon.
Sedangkan untuk Olympus, mereka menggunakan huruf E untuk kamera-kamera mereka (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
- E-1, E-3
- E-500, E-510, E-520
- E-300, E-330
- E-400, E-410, E-420
Harga
Jelas, kalau kita sudah berpikir bahwa produsen memilah-milah konsumennya dari tingkat penggunaan kamera mereka, kita dapat memilah-milah kamera mana yang berada di kelas ‘atas’ atau di ‘bawah’. Dengan berpatokan pada harga kamera, kita bisa melihat pada suatu titik tertentu, kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Entry Level, dan kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Professional.
Entry level akan memiliki harga yang paling murah dari semua model kamera yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera. Bahkan biasanya, kamera pada tingkatan Entry Level lebih banyak ditawarkan dalam bentuk paket body dan lensa. Kamera Profesional akan memiliki level harga yang paling tinggi. Saking tingginya, 1 (satu) unit kamera kelas Profesional, body only, bisa membeli hingga lebih dari 10 (sepuluh) buah kamera Entry Level, lengkap dengan lensa kit-nya.
Pada umumnya, kamera seri Entry Level akan dijual dikisaran harga US$ 500 hingga US$ 600 lengkap dengan lensa kit-nya. Harga ini adalah harga minimal yang perlu dibayarkan untuk “masuk” ke dunia D-SLR. Harga ini naik terus seiring dengan naiknya kelas pengguna kamera, hingga pada ujung rentang harga, terdapat kamera Professional merk Canon yang dijual dengan harga US$ 7.000, body only.
Harga-harga tersebut adalah harga kamera tipe terbaru. Apabila anda ingin harga yang lebih murah, anda bisa mencari kamera dengan tipe yang 1 (satu) model lebih awal pada kelas tersebut (tentu saja apabila stok kamera tersebut belum habis). Selain itu, untuk mencari kamera yang lebih murah, anda juga bisa mencari kamera bekas (second hand) yang banyak dijual di internet atau di toko kamera. Tentu saja, anda perlu berhati-hati ketika anda berencana membeli kamera bekas.
Ketika anda ingin membeli kamera bekas, sebaiknya anda:
- membeli pada orang yang anda benar-benar kenal (teman anda),
- bertanya pada teman yang lebih berpengalaman,
- membeli dari toko kamera yang terpercaya, atau
- membawa teman anda yang lebih pengalaman sehingga dia bisa membantu anda memeriksa kondisi kamera yang akan dijual.
Black Market
Ketika mencari-cari informasi tentang harga kamera D-SLR, anda harap berhati-hati ketika anda mencari harga yang paling murah. Beberapa toko kamera menjual kamera mereka dengan harga yang amat murah, akan tetapi tidak disertai dengan garansi resmi dari distributor Indonesia.
Membeli kamera hampir sama dengan dengan membeli handphone. Ada harga garansi resmi, dan ada juga harga “garansi toko” atau lebih dikenal dengan nama “Barang Black Market”. Terkadang, toko kamera menyamarkan jenis barang ini dengan tetap menawarkan garansi, akan tetapi garansi Internasional.
Apabila anda memang ingin membeli kamera dengan garansi resmi, pastikan kamera yang anda beli memiliki garansi yang berasal dari:
- Nikon, garansi Nikon Indonesia, atau PT. Alta Nikindo
- Canon, garansi Canon Indonesia, atau PT. Datascript
- Olympus, garansi Olympus Customer Care Indonesia (OCCI)
- Sony, garansi Sony Indonesia, atau PT. Sony Indonesia
Kenapa garansi resmi penting? Karena kamera digital adalah alat elektronik yang membutuhkan ketelitian untuk memproduksinya. Dengan membeli alat elektronik yang memiliki garansi resmi, anda terbebas dari pikiran was-was ketika anda memakai alat anda. Anda juga akan mendapat banyak kemudahan dan beberapa servis cuma-cuma (atau potongan harga) apabila anda membeli kamera dengan garansi resmi. Harga jual kamera anda juga dapat lebih tinggi ketimbang kamera yang dibeli tanpa garansi resmi.
Tentu saja, anda tidak diharuskan membeli kamera dengan garansi resmi. Pilihan tetap pada anda. Akan tetapi, resiko juga tanggung sendiri. Terkadang, distributor resmi akan mempersulit (atau memahalkan) proses servis kamera anda apabila terjadi sesuatu pada kamera anda.
Saran saya, belilah kamera digital anda dengan garansi resmi. Percayalah, beda harga tersebut tidak signifikan dalam jangka waktu anda memiliki kamera tersebut.
Buat Keputusan
Ini langkah yang paling sulit. Setelah anda banyak membaca, melakukan riset, menentukan budget anda, menentukan pilihan model kamera yang anda inginkan, mencoba dan merasakan bagaimana kamera itu di tangan anda, dan akhirnya, mulai berani menentukan model kamera apa yang anda inginkan.
Setelah itu, hanya satu yang anda perlu lakukan. TERJUN !!
Tutup mata anda, buang semua keraguan, lakukan pembelian kamera sesuai dengan keputusan anda. Kalau anda terus menunggu dan terus membaca dan terus bertanya, anda tidak akan punya kamera. Anda tidak akan motret.
Pilihannya ada di anda. Anda sudah membaca sampai sejauh ini. Semua sudah dibahas. Tinggal anda yang memutuskan, apakah anda benar-benar ingin motret dan menghasilkan foto-foto yang selama ini anda lihat….. atau anda akan terus menunggu.
Panduan Memilih Kamera
Artikel ini aslinya ditulis oleh Saudara Judhi Prasetyo., salah seorang anggota FN yang mungkin bisa melengkapi tulisan Om Madia. Untuk pembahasan lebih detil tentang artikel ini silahkan kunjungi Fotografer.net.
Langkah-langkah memilih kamera:
1) Kenali karakteristik Anda sendiri dalam bidang fotografi
* Seberapa sering kita memotret? (misal: sepuluh gambar dalam sebulan, limaratus gambar dalam sehari)
* Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi? (misal: dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)
* Berapa anggaran yang kita sediakan?
* Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut? (misal: harus punya besok, karena untuk memotret adik Anda yang akan menikah lusa)
* Target waktu ‘balik modal’ dari kamera yang akan kita beli tersebut?
Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan dari fotografi, ‘balik modal’ bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami penggunaan kamera tersebut. Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik dalam menyetel mirror lock-up atau white balance, mungkin kamera Anda itu masih belum ‘balik modal’.
2) Tentukan fitur-fitur kamera yang Anda inginkan sesuai karakteristik memotret Anda di atas. Fitur-fitur tersebut seperti:
* Harga
* Berat
* Warna body
* Ukuran sensor dan resolusi
* Ukuran body
* Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?)
* Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus)
* Kekuatan flash
* Ketersediaan asesoris
* Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash
* dsb.
3) Susunlah fitur-fitur tersebut sesuai skala prioritas:
* Prioritas 1: Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.
* Prioritas 2: Good to have. Fitur yang dianggap penting namun bisa dikorbankan jika memang tidak tersedia.
* Prioritas 3: Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi kalaupun ada tentu lebih menyenangkan.
4) Baca-baca review kamera dari berbagai majalah fotografi & gadget atau situs-situs fotografi. Carilah kamera yang memiliki fitur seperti yang Anda inginkan di atas. Situs-situs tersebut seperti:
* www.dpreview.com
* www.dcviews.com
* www.steves-digicams.com
* reviews.cnet.com
* www.digitalcamerareview.com
* www.fredmiranda.com
* www.dcresource.com
* dsb.
5) Tips-tips tambahan:
* Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah Anda sediakan. Pilihan model kamera memang dibuat sedemikian rupa supaya seolah dengan ‘nambah uang dikit lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu’. Ingat-ingat prioritas fitur di Langkah 3 di atas.
* Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris penting seperti memory card, batere, lensa tambahan, dsb.
* Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah kamera yang ada mode Manual nya. Tidak harus SLR atau Digital SLR, bisa juga pocket camera tapi asal ada pilihan speed, diafragma & ISO yang bisa disetel secara manual oleh kita sendiri.
* Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere cadangannya tidak mahal, percuma bawa kamera kalau tidak bisa dipakai kan?
* Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun. Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan kepadanya.
* Usahakan untuk mencoba sendiri perangkat fotografi yang hendak Anda beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok.
Langkah-langkah memilih kamera:
1) Kenali karakteristik Anda sendiri dalam bidang fotografi
* Seberapa sering kita memotret? (misal: sepuluh gambar dalam sebulan, limaratus gambar dalam sehari)
* Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi? (misal: dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)
* Berapa anggaran yang kita sediakan?
* Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut? (misal: harus punya besok, karena untuk memotret adik Anda yang akan menikah lusa)
* Target waktu ‘balik modal’ dari kamera yang akan kita beli tersebut?
Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan dari fotografi, ‘balik modal’ bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami penggunaan kamera tersebut. Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik dalam menyetel mirror lock-up atau white balance, mungkin kamera Anda itu masih belum ‘balik modal’.
2) Tentukan fitur-fitur kamera yang Anda inginkan sesuai karakteristik memotret Anda di atas. Fitur-fitur tersebut seperti:
* Harga
* Berat
* Warna body
* Ukuran sensor dan resolusi
* Ukuran body
* Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?)
* Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus)
* Kekuatan flash
* Ketersediaan asesoris
* Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash
* dsb.
3) Susunlah fitur-fitur tersebut sesuai skala prioritas:
* Prioritas 1: Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.
* Prioritas 2: Good to have. Fitur yang dianggap penting namun bisa dikorbankan jika memang tidak tersedia.
* Prioritas 3: Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi kalaupun ada tentu lebih menyenangkan.
4) Baca-baca review kamera dari berbagai majalah fotografi & gadget atau situs-situs fotografi. Carilah kamera yang memiliki fitur seperti yang Anda inginkan di atas. Situs-situs tersebut seperti:
* www.dpreview.com
* www.dcviews.com
* www.steves-digicams.com
* reviews.cnet.com
* www.digitalcamerareview.com
* www.fredmiranda.com
* www.dcresource.com
* dsb.
5) Tips-tips tambahan:
* Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah Anda sediakan. Pilihan model kamera memang dibuat sedemikian rupa supaya seolah dengan ‘nambah uang dikit lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu’. Ingat-ingat prioritas fitur di Langkah 3 di atas.
* Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris penting seperti memory card, batere, lensa tambahan, dsb.
* Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah kamera yang ada mode Manual nya. Tidak harus SLR atau Digital SLR, bisa juga pocket camera tapi asal ada pilihan speed, diafragma & ISO yang bisa disetel secara manual oleh kita sendiri.
* Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere cadangannya tidak mahal, percuma bawa kamera kalau tidak bisa dipakai kan?
* Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun. Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan kepadanya.
* Usahakan untuk mencoba sendiri perangkat fotografi yang hendak Anda beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok.
Selasa, 01 Maret 2011
Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA (untuk bahan renungan)

Dikutip dari sebuah catatan facebook anak bangsa,
Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA
1. Seorang anak laki - laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah..
kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?
dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan - jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.. =)
lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : " duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi... maap "
dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki - laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.
2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,..
ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,..
lalu engkau menjawab " duh rambut gw rusak nih,..." " duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi... panas tau " " duhhhh, debu, panas... laen kali aja deh ya ? "
mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..
3. Ketika sudah berkeluarga,... anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
tau pepatah ini gak?
" Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam "
Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,.. kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..
4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..
" mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU "
Senin, 28 Februari 2011
Puisi Tanggal Muda Untuk Seorang Sahabat

Sahabat,
Hari ini tanggal 1 Maret yang Bahagia bagimu,
Aku berharap dapat membawakan semua kemegahan bunga di bulan Maret untukmu,
Aku berharap dapat mengirimkan sebuah kejutan kebahagiaan untukmu,
Dengan berjuta corak warna
Dengan aneka keharuman bunga di bulan maret,
Di bulan maret yang indah ini,
Aku berharap,
Aku dapat menulis sebuah puisi untukmu,
Aku berharap,
Aku bisa melukismu, sebagai seorang Sahabat!
Namun aku tidak akan pernah mampu memberimu,
Karena aku tidak dapat mengekspresikan
perasaan ini,
Di dalam kehadiranmu,
Kau telah membawakan aku kegembiraan,
Kau membawakan aku rasa bahagia yang
tidak pernah berakhir,
Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan perasaan yang terdalam ini,
Karena hanya akan mengalir di dalam hatiku,
Selamanya … Selamanya …
Namun pada momen ini,
Aku dengan semua bunga di bulan maret,
Aku dengan semua cahaya bintang,
Aku, ….diriku,
Pada hari yang indah pada tgl 1 maret ini,
Mengucapkan,
Selamat Ulang Tahun Firda Mardiana Bey, “Happy Nice Day for You !”
My Best Friend.
Minggu, 17 Oktober 2010
Koneksikan PHP dengan MySQL
Oleh: Agung Novian
Saya menganggap Anda sudah memahami PHP dan MySQL, jika belum silakan mencari literasi lebih lengkap di internet, kunjungi http://www.php.net/ untuk lebih menguasai dasar-dasar PHP, kunjungi pula http://www.mysql.com/ untuk lebih memahami perintah-perintah pada MySQL.
Sekarang Anda akan menuju ke tahap berikutnya yaitu menghubungkan PHP dengan MySQL agar dapat membangun halaman web yang lebih dinamis. Pada pembahasan sebelumnya (viewtopic.php?f=16&t=126), Anda sudah membuat sebuah database dan sebuah tabel dengan nama “tabel_artikel”. Nah, mari kita coba untuk menghubungkan database tersebut dengan PHP.
Buatlah sebuah folder baru di alamat C:\XAMPP\htdocs namai dengan “phpmysql”. Jalankan Notepad++, mulailah mengetikkan script berikut ini:
Pada pembahasan terdahulu (viewtopic.php?f=16&t=126), Anda sudah pernah mendaftarkan nama pengguna beserta password, dan nama database pada phpMyAdmin. Coba ingat-ingat lagi informasi yang Anda tuliskan, perhatikan script di atas, ubah informasi-informasi untuk: “nama_pengguna”, “kata_sandi”, “nama_database” sesuai dengan yang pernah Anda berikan.
Jika sudah, mari lanjutkan penulisan script nya.
Simpan dengan nama “latihan1.php”. Coba uji melalui Mozilla Firefox dengan menuliskan http://localhost/phpmysql/latihan1.php pada address bar, jika pada halaman tertulis “mySQL tidak terkoneksi” berarti masih ada kesalahan dalam memasukkan data konfigurasi, perikasa nilai dari variabel $mysql_host, $mysql_user,atau $mysql_password. Refresh halaman browser Anda. Bila kemudian ditampilkan pesan “Database tidak terkoneksi”, maka periksa nilai pada $mysql_database.
Jika pada halaman browser tidak ditampilkan teks apapun, berarti koneksi berhasil. Lengkapi script sehingga seperti ini:
Silakan uji coba pada browser Anda.
Menyimpan data dari PHP ke MySQL
Anda sudah bisa mengkoneksikan PHP dengan MySQL dan menampilkan data dari tabel pada MySQL, sekarang tinggal bagaimana cara menyimpan data ke dalam tabel pada MySQL. Untuk keperluan tersebut, Anda membutuhkan sesuatu yang dinamakan form. Dalam HTML elemen form dibuat dengan tag <FORM>. Pada form akan terdapat elemen-elemen lain sebagai media input, untuk keperluan tersebut Anda akan menggunakan tag <INPUT>. Untuk pengenalan awal tentang form, cobalah ketikkan script berikut ini:
Simpan dengan nama “latihan2.php” di alamat C:\XAMPP\htdocs\phpmysql.
Uji coba pada browser Anda.
Dalam mengirimkan data masukan yang diterima, form mempunyai dua metode pengiriman, yaitu POST dan GET. Untuk melihat perbedaanya silakan Anda ganti script di atas, pada bagian:
Menjadi:
Simpan ulang berkas “latihan2.php” Uji coba pada browser Anda, masukkan informasi yang diperlukan oleh form, kemudian klik tombol Submit. Coba lihat address bar pada browser Anda, di sana akan tertulis:
Coba ubah kembali “method” dari “get” menjadi “post”.Simpan ulang berkas.Uji coba pada browser Anda, isikan informasi yang diperlukan, klik tombol Submit.Lihat address bar pada browser Anda.
Sekarang Anda akan mencoba memasukkan data ke database MySQL. Buat dokumen baru di Notepad++, kemudian Anda tuliskan script berikut ini:
Simpan dengan nama “latihan3.php”. silakan uji coba melalui browser Anda. Isikan informasi yang diminta, klik tombol Submit.Ketikkan http://localhost/phpmysql/latihan1.php pada address bar. Lihat apakah data yang baru saja Anda masukkan benar-benar tersimpan?
Sekian dan terimakasih. Jika terdapat kesalahan dalam penyampaian, dimohon koreksinya.
-----------------------------
Salahm PHP + MySQL
Saya menganggap Anda sudah memahami PHP dan MySQL, jika belum silakan mencari literasi lebih lengkap di internet, kunjungi http://www.php.net/ untuk lebih menguasai dasar-dasar PHP, kunjungi pula http://www.mysql.com/ untuk lebih memahami perintah-perintah pada MySQL.
Sekarang Anda akan menuju ke tahap berikutnya yaitu menghubungkan PHP dengan MySQL agar dapat membangun halaman web yang lebih dinamis. Pada pembahasan sebelumnya (viewtopic.php?f=16&t=126), Anda sudah membuat sebuah database dan sebuah tabel dengan nama “tabel_artikel”. Nah, mari kita coba untuk menghubungkan database tersebut dengan PHP.
Buatlah sebuah folder baru di alamat C:\XAMPP\htdocs namai dengan “phpmysql”. Jalankan Notepad++, mulailah mengetikkan script berikut ini:
Code: Select all
<?php
/*
Mengumpulkan informasi untuk
konfigurasi dengan database
*/
$mysql_user = 'nama_pengguna';
$mysql_password = 'kata_sandi';
$mysql_database = 'nama_database';
$mysql_host = 'localhost';
?>
Pada pembahasan terdahulu (viewtopic.php?f=16&t=126), Anda sudah pernah mendaftarkan nama pengguna beserta password, dan nama database pada phpMyAdmin. Coba ingat-ingat lagi informasi yang Anda tuliskan, perhatikan script di atas, ubah informasi-informasi untuk: “nama_pengguna”, “kata_sandi”, “nama_database” sesuai dengan yang pernah Anda berikan.
Jika sudah, mari lanjutkan penulisan script nya.
Code: Select all
<?php
/*
Mengumpulkan informasi untuk
konfigurasidengan database
*/
$mysql_user = 'agungnovian';
$mysql_password = '123456';
$mysql_database = 'database';
$mysql_host = 'localhost';
/*
Mengkoneksikan dengan MySQL,
jika koneksi gagal maka koneksi akan dimatikan
dan ditampilkan pesan error "mySQL tidak terkoneksi"
*/
$koneksi_sql = @ mysql_connect($mysql_host,$mysql_user,
$mysql_password) or die('mySQL tidak terkoneksi');
/*
memilih sebuah database pada mySQL,
jika koneksi gagal maka koneksi akan dimatikan
dan ditampilkan pesan error "Database tidak terkoneksi"
*/
$koneksi_database = mysql_select_db($mysql_database)
or die('Database tidak terkoneksi');
?>
Simpan dengan nama “latihan1.php”. Coba uji melalui Mozilla Firefox dengan menuliskan http://localhost/phpmysql/latihan1.php pada address bar, jika pada halaman tertulis “mySQL tidak terkoneksi” berarti masih ada kesalahan dalam memasukkan data konfigurasi, perikasa nilai dari variabel $mysql_host, $mysql_user,atau $mysql_password. Refresh halaman browser Anda. Bila kemudian ditampilkan pesan “Database tidak terkoneksi”, maka periksa nilai pada $mysql_database.
Jika pada halaman browser tidak ditampilkan teks apapun, berarti koneksi berhasil. Lengkapi script sehingga seperti ini:
Code: Select all
<html>
<head>
</head>
<body>
<?php
/*
Mengumpulkan informasi untuk
konfigurasi dengan database
*/
$mysql_user = 'agungnovian';
$mysql_password = '123456';
$mysql_database = 'databaseku';
$mysql_host = 'localhost';
/*
Mengkoneksikan dengan MySQL,
jika koneksi gagal maka koneksi akan dimatikan
dan ditampilkan pesan error "mySQL tidak terkoneksi"
*/
$koneksi_sql = @ mysql_connect(
$mysql_host,$mysql_user,$mysql_password)
or die('mySQL tidak terkoneksi');
/*
memilih sebuah database pada mySQL,
jika koneksi gagal maka koneksi akan dimatikan
dan ditampilkan pesan error "Database tidak terkoneksi"
*/
$koneksi_database = mysql_select_db($mysql_database)
or die('Database tidak terkoneksi');
/*
Membuat perintah SQL (query)
untuk memilih isi dari tabel_artikel
*/
$query = "SELECT * FROM tabel_artikel ORDER BY idartikel DESC";
/*
Maksud perintah di atas adalah:
memilih semua field dari tabel_artikel,
diurutkan terbalik berdasarkan fields idartikel
*/
/*Menjalankan query*/
$hasil = mysql_query($query);
/* Jika perintah terlaksana dan memberikan hasil*/
if ($hasil){
/*Melakukan pengulangan sebanyak data yanh didapat
dan memecahnya ke dalam larik (array)
dan menyimpannya ke dalam variabel $data
*/
while($data = mysql_fetch_array($hasil)){
/* Mengisi variabel $idartikel
dengan nilai dari larik $data
pada bagian 'idartikel' */
$idartikel = $data['idartikel'];
/* dst... */
$kategori = $data['kategori'];
$judul = $data['judul'];
$isi = $data['isi'];
$tag = $data['tag'];
/* menampilan hasil untuk halaman HTML pada elemen DIV */
echo "<div>\n";
echo "ID = ".$id." Judul = ".$judul;
echo " Isi = ".$isi." Tag = ".$tag."\n";
echo "</div>\n";
}
}
?>
</body>
</html>Silakan uji coba pada browser Anda.
Menyimpan data dari PHP ke MySQL
Anda sudah bisa mengkoneksikan PHP dengan MySQL dan menampilkan data dari tabel pada MySQL, sekarang tinggal bagaimana cara menyimpan data ke dalam tabel pada MySQL. Untuk keperluan tersebut, Anda membutuhkan sesuatu yang dinamakan form. Dalam HTML elemen form dibuat dengan tag <FORM>. Pada form akan terdapat elemen-elemen lain sebagai media input, untuk keperluan tersebut Anda akan menggunakan tag <INPUT>. Untuk pengenalan awal tentang form, cobalah ketikkan script berikut ini:
Code: Select all
<html>
<head>
</head>
<body>
<form name="namaform" method="post" action="">
<!-- Membuat label -->
<label for="input_name">Nama Anda</label>
<!-- Membuat media input berupa textbox -->
<input type="text" name="input_name" size="35"/>
<br/>
<!-- Membuat label -->
<label for="input_sex">Jenis Kelamin</label>
<!-- Membuat media input berupa radio button -->
<input type="radio" name="input_sex" value="pria"
checked="1"/>Pria
<input type="radio" name="input_sex"
value="wanita"/>Wanita
<br/>
<!-- Membuat label -->
<label for="input_religion">Agama</label>
<!-- Membuat media input berupa combobox -->
<select name="input_religion"/>
<!-- Daftar pilihan pada combobox -->
<option value="pilih" selected >--Pilih Agama—
</option>
<option value="islam">Islam</option>
<option value="kristen">Kristen</option>
<option value="katholik">Katholik</option>
<option value="hindu">Hindu</option>
<option value="budha">Budha</option>
<option value="kepercayaan">Keercayaan</option>
</select>
<br/>
<!-- Membuat label -->
<label for="input_hobby">Hobby</label>
<!-- Membuat media input berupa radio button -->
<input type="checkbox" name="hobby_read"
value="Membaca" checked="1"/>Membaca
<input type="checkbox"
name="hobby_write" value="Menulis"/>Menulis
<input type="checkbox"
name="hobby_calculate" value="Menulis"/>Berhitung
<br/>
<!-- Membuat label -->
<label for="input_about">Tentang</label>
<!-- Membuat media input berupa radio button -->
<textarea name="input_about" cols="30" rows="5"
>Ceritakan mengenai diri Anda</textarea>
<br/>
<!-- Membuat tombol submit -->
<input type="submit" name="submit" value="Submit"/>
<!-- Membuat tombol reset -->
<input type="reset" name="reset" value="Reset"/>
</form>
</body>
</html>Simpan dengan nama “latihan2.php” di alamat C:\XAMPP\htdocs\phpmysql.
Uji coba pada browser Anda.
Dalam mengirimkan data masukan yang diterima, form mempunyai dua metode pengiriman, yaitu POST dan GET. Untuk melihat perbedaanya silakan Anda ganti script di atas, pada bagian:
Code: Select all
<form name="namaform" method="post" action="">Menjadi:
Code: Select all
<form name="namaform" method="get" action="">Simpan ulang berkas “latihan2.php” Uji coba pada browser Anda, masukkan informasi yang diperlukan oleh form, kemudian klik tombol Submit. Coba lihat address bar pada browser Anda, di sana akan tertulis:
Code: Select all
http://localhost/phpmysql/latihan2.php?input_name=Agung+Novian&input_sex=pria&input_religion=islam&hobby_read=Membaca&hobby_write=Menulis&input_about=Ceritakan+mengenai+diri+Anda&submit=SubmitCoba ubah kembali “method” dari “get” menjadi “post”.Simpan ulang berkas.Uji coba pada browser Anda, isikan informasi yang diperlukan, klik tombol Submit.Lihat address bar pada browser Anda.
Code: Select all
http://localhost/phpmysql/latihan2.phpSekarang Anda akan mencoba memasukkan data ke database MySQL. Buat dokumen baru di Notepad++, kemudian Anda tuliskan script berikut ini:
Code: Select all
<html>
<head>
</head>
<body>
<?php
/*Mengkoneksikan database MySQL*/
$mysql_user = 'agungnovian';
$mysql_password = '123456';
$mysql_database = 'databaseku';
$mysql_host = 'localhost';
$koneksi_sql = @ mysql_connect(
$mysql_host,$mysql_user,$mysql_password)
or die('mySQL tidak terkoneksi');
$koneksi_database = mysql_select_db($mysql_database)
or die('Database tidak terkoneksi');
?>
<form name="namaform" method="post"
action="latihan3.php">
<label for="input_judul">Judul</label>
<input type="text" name="input_judul" size="35"/>
<br/>
<label for="input_kategori">Kategori</label>
<!-- Membuat media input berupa combobox -->
<select name="input_kategori"/>
<!-- Daftar pilihan pada combobox -->
<option value="pilih" selected
>--Pilih Kategori--</option>
<option value="1">1</option>
<option value="2">2</option>
<option value="3">3</option>
<option value="4">4</option>
<option value="5">5</option>
<option value="6">6</option>
</select>
<br/>
<label for="input_isi">Isi</label>
<textarea name="input_isi" cols="30" rows="5"
></textarea>
<br/>
<label for="input_tag">Tag</label>
<input type="text" name="input_tag" size="35"/>
<br/>
<input type="submit" name="submit" value="Submit"/>
<input type="reset" name="reset" value="Reset"/>
<br/>
<br/>
<?php
/* Jika variabel submit diset*/
if (isset($_POST['submit'])):
/*
Mengeset variabel-variabel
berdasarkan data yang masuk
melalui metode POST
*/
$judul = $_POST['input_judul'];
$kategori = $_POST['input_kategori'];
$isi = $_POST['input_isi'];
$tag = $_POST['input_tag'];
/*
Periksa apakah $judul kosong
Jika kosong, maka keluar dari PHP
(PHP tidak akan melanjutkan baris-baris
yang dituliskan berikutnya)
*/
if (empty($judul)){
exit ('Judul tidak boleh kosong');
}
if (empty($kategori)){
exit ('Kategori tidak boleh kosong');
}
if (empty($isi)){
exit ('Isi tidak boleh kosong');
}
if (empty($tag)){
exit ('Tag tidak boleh kosong');
}
/*
Query untuk menanmbahkan
baris data baru pada tabel_artikel*/
$query = "INSERT INTO tabel_artikel
(judul,kategori,isi,tag)VALUE
('$judul','$kategori','$isi','$tag')";
/* Mengirimkan query dan menyimpan hasilnya
pada variabel $hasil
*/
$hasil = mysql_query($query);
/*
Bila proses penambahan data berhasil
Tuliskan: :"Data berhasil disimpan"
*/
if ($hasil):
echo "Data berhasil disimpan";
endif;
endif;
?>
</form>
</body>
</html>Simpan dengan nama “latihan3.php”. silakan uji coba melalui browser Anda. Isikan informasi yang diminta, klik tombol Submit.Ketikkan http://localhost/phpmysql/latihan1.php pada address bar. Lihat apakah data yang baru saja Anda masukkan benar-benar tersimpan?
Sekian dan terimakasih. Jika terdapat kesalahan dalam penyampaian, dimohon koreksinya.
-----------------------------
Salahm PHP + MySQL
Sekilas MySQL
Oleh: Agung Novian
MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data (database management system, yang biasa disingkat DBMS) yang banyak digunakan untuk sistem aplikasi daring (online). Bila digabungkan dengan PHP, MySQL dan PHP digunakan bersama-sama untuk menciptakan sebuah web yang dinamis. MySQL bisa Anda unduh di: http://www.mysql.com.
MySQL digunakan untuk membuat database sebagai tempat menyimpan informasi agar dapat digunakan dikemudian waktu. Untuk lebih memudahkan Anda memanajemen database MySQL, Anda dapat menggunakan aplikasi phpMyAdmin yang bisa unduh di sini: http://www.phpmyadmin.net. Namun ketika Anda menginstalasi perangkat lunak XAMPP, maka akan otomatis disertakan aplikasi phpMyAdmin ini.
Menggunakan phpMyAdmin
Cobalah jalankan browser Mozilla Firefox Anda, kemudian ketikkan: http://localhost/xampp/. Kemudian klik link “phpMyAdmin” di panel sisi kiri.
Langkah awal setelah masuk ke aplikasi phpMyAdmin sebaiknya adalah membuat daftar pengguna yang diperbolehkan untuk mengakses database yang dibuat pada MySQL.
Membuat Pengguna (User)
Setelah masuk ke halaman phpMyAdmin, klik tab “Privileges” pada bagian atas halaman.
Klik link “Add new User” untuk membuat pengguna baru. Isikan “Login Information”, ketikkan nama Anda pada kotak “User name:”, pilih “Host:” pada “Local”, isikan “Password” dan “Re-type” dengan teks, atau angka, atau symbol, atau gabungan ketiganya, sebagai kata sandi untuk dapat mengakses database (teks pada “Password” dan “Re-type” harus sama).
Pada “Global privileges” klik link “Check All” untuk menandai seluruh hak akses database.
Terakhir klik tombol Go.Periksa bagian atas halaman, jika ditampilkan informasi seperti ilustrasi di bawah ini, berarti pembuatan pengguna baru berhasil.
Membuat Database
Setelah pembuatan pengguna berhasil, sekarang klik link “Database” untuk menciptakan database baru.Ketikkan nama database pada kotak “Create new database”, klik tombol Create.
Setelah itu, Anda akan diminta untuk membuat table pada database yang baru Anda buat tadi. Missal saja Anda akan membuat sebuah table dengan nama “table_artikel”. Pada “table_artikel” akan berisi field atau kolom-kolom diantaranya: “idartikel”, “judul”, “isi”, “tag”. Maka, pada kotak “Name” isikan nama table (missal: table_artikel), dan pada kotak “Number of fields:” isikan angka 4, klik tombol Go.
Isikan kolom-kolom yang tersedia dengan aturan sebagai berikut:
Keterangan:
Kolom Keterangan
Field=>Nama field/kolom dalam database
Type=>Tipe data, menunjukkan jenis data yang akan dimasukkan ke dalam record.
Length=>Batasan panjang/ukuran yang diperbolehkan untuk dimasukkan ke dalam record.
Index=>Menentukan kunci field. Primary artinya tidak boleh ada data yang sama untuk dimasukkan ke dalam record
A_I=>Auto Increment, ditandai agar database membuat penomoran otomatis untuk field tertentu (dalam hal ini field idartikel)
Klik tombol Save.
Menambahkan dan Mengedit Baris Data
Setelah pembuatan table berhasil, mari kita coba menambahkan record (baris data) pada tabel tabel_artikel. Klik link “Insert”, ketikkan informasi pada kotak-kotak yang disediakan.
Secara default, phpMyAdmin menyediakan dua record (baris) saat akan menambahkan record, Anda boleh saja mengisi keduanya atau hanya satu baris saja. Jika Anda hanya ingin mengisikan satu baris saja, maka klik tombol Go, pada akhir form pengisian baris pertama. Jika Anda ingin mengisikan dua baris sekaligus, Anda harus mengklik tombol Go di paling bawah halaman.
Pada form pengisian baris pertama, isikan data sebagai berikut:
Field idartikel sengaja dikosongkan karena akan otomatis diisi angka berurutan nantinya oleh sistem MySQL.
Setelah semua informasi terpenuhi, klik tombol Go.
Klik tab “Insert” jika ingin menambahkan record baru. Jika kemudian waktu ternyata terdapat isi record yang salah, Anda dapat mengeditnya, yaitu dengan cara mengklik tab “Browser”. Klik gambar pensil pada baris data yang akan diperbaiki. Jika baris data yang akan diperbaiki lebih dari sau, maka tandai checkbox di sisi kiri baris data yang akan diperbaiki, kemudian klik gambar pensil di bagian bawah tabel.
Mengedit Field
Sebagai seorang manusia, tidak akan luput dari lupa. Seperti saya saat ini, lupa untuk menyertakan field “kategori” pada “tabel_artikel”. Bagaimana cara menambahkannya? Klik saja tab “Structure”, pada bagian bawah tabel, tentukan banyaknya field yang akan ditambahkan. Karena saya hanya ingin menambahkan field “kategori” saja, maka pada kotak “Add” biarkan berisi: 1. Saya inigin menambahkan field “kategori” ini nantinya setelah field “idartikel”, maka pada kombo “After”, saya pilih ke “idartikel”, kemudian klik Go.
Cukup kiranya hanya menuliskan “kategori” saja pada kotak “Field”, karena saya ingin membuat field “kategori” dengan tipe “INT”, karena secara default, tipe data akan menunjuk kepada “INT” ketika akan membuat field baru. Terakhir klik tombol Save.
Karena Anda sudah mengganti struktur tabel dan karena sebelumnya pada tabel telah terisi sebuah record, maka Anda harus mengedit isi dari record tersebut. Kilk tab “Browse”, lakukan pengeditan seperti telah dijelaskan sebelumnya. Ganti nilai kategori dari 0 (nol) menjadi 1 (satu).
Mengekspor Tabel
phpMyAdmin menyediakan fasilitas untuk mengekspor tabel. Mengekspor tabel setidaknya dapat digunakan untuk mem-backup tabel, sehingga ketika tabel Anda rusak, Anda mempunyai cadangan untuk mengembalikannya ke kondisi tabel semula.Lebih lanjut, kegunaan ekspor ini adalah untuk memindahkan tabel antar database dan antar host.
Klik tab “Export” untuk memulai, sepertinya tidak perlu melakukan perubahan nilai standard yang diperlukan, cukup gulung saja halaman ke sisi paling bawah, kemudian tandai “Save as file”, klik tombol Go.
Anda akan dibuatkan sebuah file dengan nama “tabel_artikel” berekstensi *.sql. coba buka file tersebut, apa isinya? Berupa perintah-perintah dalam struktur bahasa SQL ya? Seperti berikut:
Mengimpor Tabel
Ada ekspor berarti ada impor.Kalau ekspor berguna untuk mem-backup database atau tabel, maka ekspor tentu saja kebalikannya, yaitu untuk me-restore (mengembalikan) tabel. Lebih lanjut fungsi ekspor ini digunakan untuk menambahkan tabel atau baris data.
Klik tab “Import”, pada kotak “File to import”, klik tombol “Browse”, untuk pengujian, pilih file “tabel_artikel.sql” yang baru saja dibuat melalui proses ekspor. Klik tombo, Go untuk memproses.
Oh, ternyata terjadi kesalahan, kenapa bisa begini? Karena pada database sudah ada tabel dengan nama “tabel_artikel”, cobalah untuk menghapus “tabel_artikel” kemudian lakukan proses impor sekali lagi.
Bagaimana cara menghapus tabel? Klik link “Database : databaseku”, di sisi atas halaman, setelah itu klik tombol bergambar X (delete) pada baris nama tabel yang akan dihapus. Ketika ditampilkan kotak konfirmasi, klik tombol OK.
Mengekspor Tabel
Satu lagi fitur yang disediakan phpMyAdmin adalah SQL query.Anda bisa langsung memasukan perintah (query) SQL kemudan memprosesnya. Untuk menggunakannya, silakan klik tab “SQL”, kemudian tuliskan perintah SQL pada kotak yang disediakan, terakhir klik tombol Go. Sebagai contoh, ketikkan perintah SQL berikut ini:
Saya rasa cukup pembahasan mengenai phpMyAdmin.Silakan eksplorasi kemampuan phpMySQL sendiri agar Anda lebih menguasi fitur-fitur yang dimiliki phpMyAdmin. Mohon maaf bila ada kekurangan, bila ada penyampaian yang salah mohon dikoreksi.
------------------------------
Salam MySQL...
MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data (database management system, yang biasa disingkat DBMS) yang banyak digunakan untuk sistem aplikasi daring (online). Bila digabungkan dengan PHP, MySQL dan PHP digunakan bersama-sama untuk menciptakan sebuah web yang dinamis. MySQL bisa Anda unduh di: http://www.mysql.com.
MySQL digunakan untuk membuat database sebagai tempat menyimpan informasi agar dapat digunakan dikemudian waktu. Untuk lebih memudahkan Anda memanajemen database MySQL, Anda dapat menggunakan aplikasi phpMyAdmin yang bisa unduh di sini: http://www.phpmyadmin.net. Namun ketika Anda menginstalasi perangkat lunak XAMPP, maka akan otomatis disertakan aplikasi phpMyAdmin ini.
Menggunakan phpMyAdmin
Cobalah jalankan browser Mozilla Firefox Anda, kemudian ketikkan: http://localhost/xampp/. Kemudian klik link “phpMyAdmin” di panel sisi kiri.
Langkah awal setelah masuk ke aplikasi phpMyAdmin sebaiknya adalah membuat daftar pengguna yang diperbolehkan untuk mengakses database yang dibuat pada MySQL.
Membuat Pengguna (User)
Setelah masuk ke halaman phpMyAdmin, klik tab “Privileges” pada bagian atas halaman.
Klik link “Add new User” untuk membuat pengguna baru. Isikan “Login Information”, ketikkan nama Anda pada kotak “User name:”, pilih “Host:” pada “Local”, isikan “Password” dan “Re-type” dengan teks, atau angka, atau symbol, atau gabungan ketiganya, sebagai kata sandi untuk dapat mengakses database (teks pada “Password” dan “Re-type” harus sama).
Pada “Global privileges” klik link “Check All” untuk menandai seluruh hak akses database.
Terakhir klik tombol Go.Periksa bagian atas halaman, jika ditampilkan informasi seperti ilustrasi di bawah ini, berarti pembuatan pengguna baru berhasil.
Membuat Database
Setelah pembuatan pengguna berhasil, sekarang klik link “Database” untuk menciptakan database baru.Ketikkan nama database pada kotak “Create new database”, klik tombol Create.
Setelah itu, Anda akan diminta untuk membuat table pada database yang baru Anda buat tadi. Missal saja Anda akan membuat sebuah table dengan nama “table_artikel”. Pada “table_artikel” akan berisi field atau kolom-kolom diantaranya: “idartikel”, “judul”, “isi”, “tag”. Maka, pada kotak “Name” isikan nama table (missal: table_artikel), dan pada kotak “Number of fields:” isikan angka 4, klik tombol Go.
Isikan kolom-kolom yang tersedia dengan aturan sebagai berikut:
Code: Select all
Field Type Length/Value Index A_I
idartikel INT (kosongkan) PRIMARY (tandai)
judul VARCHAR 100 (kosongkan) (kosongkan)
isi TEXT (kosongkan) (kosongkan) (kosongkan)
tag TEXT (kosongkan) (kosongkan) (kosongkan)
Keterangan:
Kolom Keterangan
Field=>Nama field/kolom dalam database
Type=>Tipe data, menunjukkan jenis data yang akan dimasukkan ke dalam record.
Length=>Batasan panjang/ukuran yang diperbolehkan untuk dimasukkan ke dalam record.
Index=>Menentukan kunci field. Primary artinya tidak boleh ada data yang sama untuk dimasukkan ke dalam record
A_I=>Auto Increment, ditandai agar database membuat penomoran otomatis untuk field tertentu (dalam hal ini field idartikel)
Klik tombol Save.
Menambahkan dan Mengedit Baris Data
Setelah pembuatan table berhasil, mari kita coba menambahkan record (baris data) pada tabel tabel_artikel. Klik link “Insert”, ketikkan informasi pada kotak-kotak yang disediakan.
Secara default, phpMyAdmin menyediakan dua record (baris) saat akan menambahkan record, Anda boleh saja mengisi keduanya atau hanya satu baris saja. Jika Anda hanya ingin mengisikan satu baris saja, maka klik tombol Go, pada akhir form pengisian baris pertama. Jika Anda ingin mengisikan dua baris sekaligus, Anda harus mengklik tombol Go di paling bawah halaman.
Pada form pengisian baris pertama, isikan data sebagai berikut:
Code: Select all
Field Value
idartikel (dikosongkan)
judul Artikel pertamaku
isi Ini adalah artikel pertamaku
tag artikel,pertama,webku
Field idartikel sengaja dikosongkan karena akan otomatis diisi angka berurutan nantinya oleh sistem MySQL.
Setelah semua informasi terpenuhi, klik tombol Go.
Klik tab “Insert” jika ingin menambahkan record baru. Jika kemudian waktu ternyata terdapat isi record yang salah, Anda dapat mengeditnya, yaitu dengan cara mengklik tab “Browser”. Klik gambar pensil pada baris data yang akan diperbaiki. Jika baris data yang akan diperbaiki lebih dari sau, maka tandai checkbox di sisi kiri baris data yang akan diperbaiki, kemudian klik gambar pensil di bagian bawah tabel.
Mengedit Field
Sebagai seorang manusia, tidak akan luput dari lupa. Seperti saya saat ini, lupa untuk menyertakan field “kategori” pada “tabel_artikel”. Bagaimana cara menambahkannya? Klik saja tab “Structure”, pada bagian bawah tabel, tentukan banyaknya field yang akan ditambahkan. Karena saya hanya ingin menambahkan field “kategori” saja, maka pada kotak “Add” biarkan berisi: 1. Saya inigin menambahkan field “kategori” ini nantinya setelah field “idartikel”, maka pada kombo “After”, saya pilih ke “idartikel”, kemudian klik Go.
Cukup kiranya hanya menuliskan “kategori” saja pada kotak “Field”, karena saya ingin membuat field “kategori” dengan tipe “INT”, karena secara default, tipe data akan menunjuk kepada “INT” ketika akan membuat field baru. Terakhir klik tombol Save.
Karena Anda sudah mengganti struktur tabel dan karena sebelumnya pada tabel telah terisi sebuah record, maka Anda harus mengedit isi dari record tersebut. Kilk tab “Browse”, lakukan pengeditan seperti telah dijelaskan sebelumnya. Ganti nilai kategori dari 0 (nol) menjadi 1 (satu).
Mengekspor Tabel
phpMyAdmin menyediakan fasilitas untuk mengekspor tabel. Mengekspor tabel setidaknya dapat digunakan untuk mem-backup tabel, sehingga ketika tabel Anda rusak, Anda mempunyai cadangan untuk mengembalikannya ke kondisi tabel semula.Lebih lanjut, kegunaan ekspor ini adalah untuk memindahkan tabel antar database dan antar host.
Klik tab “Export” untuk memulai, sepertinya tidak perlu melakukan perubahan nilai standard yang diperlukan, cukup gulung saja halaman ke sisi paling bawah, kemudian tandai “Save as file”, klik tombol Go.
Anda akan dibuatkan sebuah file dengan nama “tabel_artikel” berekstensi *.sql. coba buka file tersebut, apa isinya? Berupa perintah-perintah dalam struktur bahasa SQL ya? Seperti berikut:
Code: Select all
SET SQL_MODE="NO_AUTO_VALUE_ON_ZERO";
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `tabel_artikel` (
`idartikel` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`kategori` int(11) NOT NULL,
`judul` varchar(100) NOT NULL,
`isi` text NOT NULL,
`tag` text NOT NULL,
PRIMARY KEY (`idartikel`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=2 ;
INSERT INTO `tabel_artikel` (`idartikel`, `kategori`, `judul`, `isi`, `tag`) VALUES
(1, 1, 'Artikel pertamaku', 'Ini adalah artikel pertamaku', 'artikel,pertama,webku');
Mengimpor Tabel
Ada ekspor berarti ada impor.Kalau ekspor berguna untuk mem-backup database atau tabel, maka ekspor tentu saja kebalikannya, yaitu untuk me-restore (mengembalikan) tabel. Lebih lanjut fungsi ekspor ini digunakan untuk menambahkan tabel atau baris data.
Klik tab “Import”, pada kotak “File to import”, klik tombol “Browse”, untuk pengujian, pilih file “tabel_artikel.sql” yang baru saja dibuat melalui proses ekspor. Klik tombo, Go untuk memproses.
Oh, ternyata terjadi kesalahan, kenapa bisa begini? Karena pada database sudah ada tabel dengan nama “tabel_artikel”, cobalah untuk menghapus “tabel_artikel” kemudian lakukan proses impor sekali lagi.
Bagaimana cara menghapus tabel? Klik link “Database : databaseku”, di sisi atas halaman, setelah itu klik tombol bergambar X (delete) pada baris nama tabel yang akan dihapus. Ketika ditampilkan kotak konfirmasi, klik tombol OK.
Mengekspor Tabel
Satu lagi fitur yang disediakan phpMyAdmin adalah SQL query.Anda bisa langsung memasukan perintah (query) SQL kemudan memprosesnya. Untuk menggunakannya, silakan klik tab “SQL”, kemudian tuliskan perintah SQL pada kotak yang disediakan, terakhir klik tombol Go. Sebagai contoh, ketikkan perintah SQL berikut ini:
Code: Select all
INSERT INTO tabel_artikel (kategori, judul, isi, tag) VALUES
(2, 'artikel kedua', 'Ini adalah artikel keduaku', 'artikel,kedua,webku');
Saya rasa cukup pembahasan mengenai phpMyAdmin.Silakan eksplorasi kemampuan phpMySQL sendiri agar Anda lebih menguasi fitur-fitur yang dimiliki phpMyAdmin. Mohon maaf bila ada kekurangan, bila ada penyampaian yang salah mohon dikoreksi.
------------------------------
Salam MySQL...
Sekilas PHP
Oleh: Agung Novian
PHP Hypertext Preprocessor adalah bahasa pemograman web yang berjalan di sisi server (server-side), maksudnya bahwa perintah-perintah yang dituliskan akan sepenuhnya dijalankan oleh server, sebelum akhirnya dikembalikan kepada pengakses dalam bentuk berkas HTML utuh. PHP banyak digunakan oleh para web programmer untuk menciptakan sebuah halaman web yang dinamis. Agar tercipta halaman web yang dinamis, dimana halaman-halaman diambil dari data yang telah disimpan, PHP biasanya digabungkan dengan database MySQL. MySQL digunakan sebagai penampung data, seperti artikel, berita, dan data lainnya, sementara PHP mengakses MySQL untuk mengambil dan menyimpan data.
Untuk memulai menuliskan script PHP, harus dituliskan tanda khusus sebagai pembuka dan penutup script tersebut, yaitu:
Atau:
Sebagai contoh, buatlah folder baru di alamat C:\XAMPP\htdocs dengan nama “contoh-php”. Jalankan Notepad++, ketikkan script berikut ini:
Simpan dengan nama “Latihan1.php”. Jalankan Mozilla Firefox, tuliskan: http://localhost/contoh-php/latihan1.php pada address bar. Lihat hasilnya!
Fungsi dalam PHP
Fungsi dimaksudkan untuk mengkoleksi beberapa baris perintah sekaligus, kemudian diberi identitas berupa nama fungsi, tujuannya agar beberapa baris perintah yang terkoleksi tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang (ketika diperlukan), sehingga tidak perlu menuliskan baris-baris perintah serupa.
Rutin untuk mendeklarasikan sebuah fungsi di PHP adalah:
Deklarasi fungsi pada PHP bersifat dinamis.Anda bisa membuat fungsi dengan atau tanpa parameter, juga dapat membuat fungsi dengan atau tanpa nilai kembali (return value).
Berikut ini contoh-contoh deklarasi fungsi:
1. Fungsi tanpa parameter dan tanpa nilai kembali
2. Fungsi tanpa parameter dengan nilai kembali:
3. Fungsi dengan parameter tanpa nilai kembali
4. Fungsi dengan parameter dan dengan nilai kembali
Saat membuat suatu fungsi, memungkinkan sekali untuk mendeklarasikan sesuatu yang dinamakan variabel.Variabel adalah suatu carauntuk menyimpan data sementara, baik itu berupa data masukan maupun data keluaran, sebelum dilakukan proses selanjutnya.
Missal, untuk melakukan proses penjumlahan, terlebih dahulu Anda menyimpan data inputan yaitu angka-angka yang kana dijumlahkan nantinya, maka dalam PHP akan dituliskan seperti ini:
Struktur-Struktur dalam PHP
Tak mungkin rasanya jika sebuah bahasa pemograman tidak mempunyai struktur-struktur seperti: struktur pengambilan keputusan, struktur pemilihan, struktur pengulangan, dan lainnya. Demikian pula PHP, tentunya memiliki struktur-struktur tersebut.
1. Struktur Pengambilan Keputusan
Struktur pengambilan keputusan atau biasa disebut struktur percabangan dimaksudkan untuk menentukan perintah yang akan dikerjakan selanjutnya bila telah memenuhi suatu kondisi yang sudah ditentukan. Terdapat dua pilihan untuk mendeklarasikan struktur pengambilan keputusan, yaitu: if dan switch.
a. if
Struktur ini digunakan untuk mejalankan satu atau beberapa perintah (blok perintah) bila suatu kondisi terpenuhi. Bagaimana bila kondisi tidak terpenuhi? Itu dikembalikan kepada si pemogram, apakah akan dilakukan pengujian berikutnya atau langsung menghentikan pengujian.
Beberapa bentuk penulisan struktur if:
- if tunggal
Struktur if tunggal hanya menguji suatu kondisi sekali saja. Jika kondisi terpenuhi maka kerjakan blok perintah yang telah ditentukan.
Bentuk penulisan lain:
- if bersarang
Struktur if bersarang membagi pengujian menjadi beberapa kondisi. Jika kondisi pertama terpenuhi maka kerjakan blok perintah yang telah ditentukan, jika kondisi pertama tidak terpenuhi, maka kerjakan blok perintah lainnya: kedua, ketiga, dan seterusnya.
Bentuk penulisan lain:
atau:
Bentuk penulisan lain:
Kondisi merupakan suatu perbandingan, jika kondisi bernilai benar maka perintah setelah pengujian akan dikerjakan. Perbandingan kondisi dinyatakan dengan menggunakan operator pembanding, yaitu:
Adakalanya saat pengujian juga menggunakan operator logika, seperti: and, or, atau not. Berikut ini operator logika pada PHP:
Ayo kita coba struktur pengambilan keputusan. Jalankan Notepad++, buat dokumen baru, ketik script di bawah ini:
Simpan dengan nama “latihan-if1.php” Uji coba pada browser Anda. Ketikkan http://localhost/contoh-php/latihan-if1.php.
Kembali ke berkas “latihan-if1.php” pada editor Notepad++, ganti:
menjadi:
Uji coba kembali pada browser Anda.Masih belum mengerti?Ingin coba lagi contoh lainnya? Silakan ketikkan script berikut ini:
Simpan dengan nama “latihan-if2.php” Uji coba pada browser Anda. Ketikkan http://localhost/contoh-php/latihan-if2.php.
b. switch
switch sebenarnya adalah bentuk lain dari struktur if yang biasanya digunakan bila terlalu banyak kondisi yang akan diuji. Bentuk penulisan struktur switch adalah:
Contoh 1:
Contoh 2:
2. Struktur Pengulangan
Struktur pengulangan adalah struktur yang digunakan untuk mengeksekusi perintah selama, suatu kondisi terpenuhi.Atau dapat pula eksekusi perintah ini dilakukan berulang-ulang sebanyak batasan yang sudah ditentukan.
a. While
While akan memaksa program untuk melakukan pengulangan selama suatu kondisi masih memenuhi syarat. Program akan berhenti melakukan perintah-perintah saat menemui kondisi yang menyimpang dari kondisi yang telah ditentukan.
Beberapa bentuk penulisan struktur while:
- do … while
- while
Bentuk lain:
Contoh 1:
Contoh 2:
b. for
Jika pada bahasa pemograman lain pengulangan for … adalah struktur pengulangan yang telah diketahui banyaknya pengulangan yang akan dilakukan (telah ditentukan awal dan akhir pengulangan), pada PHP pengulangan for bisa melakukan pengulangan tanpa harus ditentukan awal dan akhir dari indeks pencacahnya. Bentuk penulisan for sebagai berikut:
Contoh 1:
Contoh 2:
Contoh 3:
c. foreach
foreach adalah pengulangan dengan sumber data dari suatu larik (array). Pengulangan akan dilakukan sebanyak jumlah data yang terdaftar pada larik (array) tersebut. Karena sumber datanya berasal dari array, maka Anda harus membuat daftar array lebih dulu.
Adapun bentuk struktur foreach sebagai berikut:
Atau:
Contoh 1:
Contoh 2:
Itulah sedikit pembahasan mengenai PHP, sekali lagi saya mohon maaf jika tidak membahas PHP secara panjang lebar. Silakan bila ingin menambahkan. Bila ada kesalahan dalam penyampaian, mohon dikoreksi.
--------------------------------
Salam PHP
PHP Hypertext Preprocessor adalah bahasa pemograman web yang berjalan di sisi server (server-side), maksudnya bahwa perintah-perintah yang dituliskan akan sepenuhnya dijalankan oleh server, sebelum akhirnya dikembalikan kepada pengakses dalam bentuk berkas HTML utuh. PHP banyak digunakan oleh para web programmer untuk menciptakan sebuah halaman web yang dinamis. Agar tercipta halaman web yang dinamis, dimana halaman-halaman diambil dari data yang telah disimpan, PHP biasanya digabungkan dengan database MySQL. MySQL digunakan sebagai penampung data, seperti artikel, berita, dan data lainnya, sementara PHP mengakses MySQL untuk mengambil dan menyimpan data.
Untuk memulai menuliskan script PHP, harus dituliskan tanda khusus sebagai pembuka dan penutup script tersebut, yaitu:
Code: Select all
<?php
............
Baris perintah PHP
............
?>Atau:
Code: Select all
<?
............
Baris perintah PHP
............
?>Sebagai contoh, buatlah folder baru di alamat C:\XAMPP\htdocs dengan nama “contoh-php”. Jalankan Notepad++, ketikkan script berikut ini:
Code: Select all
<html>
<head>
</head>
<body>
Baris pertama ditulis dg HTML biasa <br/>
<?php
/*
kata kunci "\n" dimaksudkan agar pada kode sumber HTML
teks yang berikutnya dituliskan pada baris berikutnya
misal:
baris 1: Baris ke dua ditulis dg script PHP<br/>
baris 2: Baris ke dua ditulis dg script PHP<br/>
*/
echo "Baris ke dua ditulis dg script PHP<br/>\n";
?>
<?php echo "Baris ke dua ditulis dg script PHP<br/>\n"; ?>
</body>
</html>Simpan dengan nama “Latihan1.php”. Jalankan Mozilla Firefox, tuliskan: http://localhost/contoh-php/latihan1.php pada address bar. Lihat hasilnya!
Fungsi dalam PHP
Fungsi dimaksudkan untuk mengkoleksi beberapa baris perintah sekaligus, kemudian diberi identitas berupa nama fungsi, tujuannya agar beberapa baris perintah yang terkoleksi tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang (ketika diperlukan), sehingga tidak perlu menuliskan baris-baris perintah serupa.
Rutin untuk mendeklarasikan sebuah fungsi di PHP adalah:
Code: Select all
function namafungsi([parameter1][,parameter2][,parametern])
{
perintah-perintah;
[return $namavariabel];
}Deklarasi fungsi pada PHP bersifat dinamis.Anda bisa membuat fungsi dengan atau tanpa parameter, juga dapat membuat fungsi dengan atau tanpa nilai kembali (return value).
Berikut ini contoh-contoh deklarasi fungsi:
1. Fungsi tanpa parameter dan tanpa nilai kembali
Code: Select all
function tulis(){
$teks = "Saya programmer";
echo $teks;
}2. Fungsi tanpa parameter dengan nilai kembali:
Code: Select all
function tulis(){
$teks = "Saya programmer";
return $teks;
}3. Fungsi dengan parameter tanpa nilai kembali
Code: Select all
function tulis($teks){
echo $teks;
}Code: Select all
function jumlahkan($angka1, $angka2){
$jumlah = $angka1 + $angka2
echo $jumlah;
}4. Fungsi dengan parameter dan dengan nilai kembali
Code: Select all
function tulis($teks){
return $teks;
}Code: Select all
function jumlahkan($angka1, $angka2){
$jumlah = $angka1 + $angka2
return $jumlah;
}Saat membuat suatu fungsi, memungkinkan sekali untuk mendeklarasikan sesuatu yang dinamakan variabel.Variabel adalah suatu carauntuk menyimpan data sementara, baik itu berupa data masukan maupun data keluaran, sebelum dilakukan proses selanjutnya.
Missal, untuk melakukan proses penjumlahan, terlebih dahulu Anda menyimpan data inputan yaitu angka-angka yang kana dijumlahkan nantinya, maka dalam PHP akan dituliskan seperti ini:
Code: Select all
<?php
/*
$angka1 dan $angka2 merupakan variabel
untuk menyimpan nilai sementara
*/
$angka1 = 10;
$angka2 = 20;
/*
setelah teridentifikasi
variabel $angka1 dan $angka2 akan diproses
dan hasil proses disimpan pada variabel $hasil
*/
$hasil = $angka1 + $angka2;
/*
sekarang tinggal menampilkan hasilnya
pada halaman web
*/
echo $hasil;
?>Struktur-Struktur dalam PHP
Tak mungkin rasanya jika sebuah bahasa pemograman tidak mempunyai struktur-struktur seperti: struktur pengambilan keputusan, struktur pemilihan, struktur pengulangan, dan lainnya. Demikian pula PHP, tentunya memiliki struktur-struktur tersebut.
1. Struktur Pengambilan Keputusan
Struktur pengambilan keputusan atau biasa disebut struktur percabangan dimaksudkan untuk menentukan perintah yang akan dikerjakan selanjutnya bila telah memenuhi suatu kondisi yang sudah ditentukan. Terdapat dua pilihan untuk mendeklarasikan struktur pengambilan keputusan, yaitu: if dan switch.
a. if
Struktur ini digunakan untuk mejalankan satu atau beberapa perintah (blok perintah) bila suatu kondisi terpenuhi. Bagaimana bila kondisi tidak terpenuhi? Itu dikembalikan kepada si pemogram, apakah akan dilakukan pengujian berikutnya atau langsung menghentikan pengujian.
Beberapa bentuk penulisan struktur if:
- if tunggal
Struktur if tunggal hanya menguji suatu kondisi sekali saja. Jika kondisi terpenuhi maka kerjakan blok perintah yang telah ditentukan.
Code: Select all
if (kondisi){
[Blok perintah jika syarat terpenuhi]
}Bentuk penulisan lain:
Code: Select all
if (kondisi):
[Blok perintah jika syarat terpenuhi]
Endif;- if bersarang
Struktur if bersarang membagi pengujian menjadi beberapa kondisi. Jika kondisi pertama terpenuhi maka kerjakan blok perintah yang telah ditentukan, jika kondisi pertama tidak terpenuhi, maka kerjakan blok perintah lainnya: kedua, ketiga, dan seterusnya.
Code: Select all
if (kondisi){
[Blok perintah jika kondisi terpenuhi]
} else {
[Blok perintah jika kondisitidak terpenuhi]
}Bentuk penulisan lain:
Code: Select all
if (kondisi):
[Blok perintah jika kondisiterpenuhi]
Else:
[Blok perintah jika kondisitidak terpenuhi]
endif;atau:
Code: Select all
if (kondisi1){
[Blok perintah jika kondisi1 terpenuhi]
} elseif(kondisi2){
[Blok perintah jika kondisi2 terpenuhi]
} elseif(kondisin){
[Blok perintah jika kondisi ke-n terpenuhi]
} else {
[Blok perintah jika semua kondisi tidak terpenuhi]
}Bentuk penulisan lain:
Code: Select all
if (kondisi1):
[Blok perintah jika kondisi1 terpenuhi]
elseif(kondisi2):
[Blok perintah jika kondisi2 terpenuhi]
elseif(kondisin):
[Blok perintah jika kondisi ke-n terpenuhi]
else:
[Blok perintah jika semua kondisi tidak terpenuhi]
endif;Kondisi merupakan suatu perbandingan, jika kondisi bernilai benar maka perintah setelah pengujian akan dikerjakan. Perbandingan kondisi dinyatakan dengan menggunakan operator pembanding, yaitu:
Code: Select all
Operator Keterangan Contoh
== Sama dengan ($a == $b)
!= Tidak sama dengan ($a != $b)
<> Tidak sama dengan ($a <> $b)
> Lebih besar dari ($a > $b)
< Lebih kecil dari ($a < $b)
>= Lebih besar atau sama dengan ($a >= $b)
<= Lebih kecil atau sama dengan ($a <= $b)
Adakalanya saat pengujian juga menggunakan operator logika, seperti: and, or, atau not. Berikut ini operator logika pada PHP:
Code: Select all
Operator Keterangan Contoh
&& Logika and (dan) ($status == 'menikah' && $anak>= 1)
|| Logika or (atau) ($usia>= 17 || $status != 'menikah')
! Logika not (tidak) !($JK == 'pria')
Ayo kita coba struktur pengambilan keputusan. Jalankan Notepad++, buat dokumen baru, ketik script di bawah ini:
Code: Select all
<?php
/* menentukan hak akses
berdasarkan jenis pengguna
*/
$user = 'admin';
echo "Karena Anda seorang ".$user." maka Anda ";
if ($user != 'admin'):
echo "tidak boleh masuk";
else:
echo "boleh masuk";
endif;
?>Simpan dengan nama “latihan-if1.php” Uji coba pada browser Anda. Ketikkan http://localhost/contoh-php/latihan-if1.php.
Kembali ke berkas “latihan-if1.php” pada editor Notepad++, ganti:
Code: Select all
$user = 'admin';menjadi:
Code: Select all
$user = 'pengunjung';Uji coba kembali pada browser Anda.Masih belum mengerti?Ingin coba lagi contoh lainnya? Silakan ketikkan script berikut ini:
Code: Select all
<?php
/* menentukan kegiatan
berdasarkan warna lampu
*/
$lampu = 'merah';
if ($lampu == 'merah'){
echo "berhenti";
} elseif ($user == 'kuning') {:
echo "hati-hati";
} else {
echo "jalan";
}
?>Simpan dengan nama “latihan-if2.php” Uji coba pada browser Anda. Ketikkan http://localhost/contoh-php/latihan-if2.php.
b. switch
switch sebenarnya adalah bentuk lain dari struktur if yang biasanya digunakan bila terlalu banyak kondisi yang akan diuji. Bentuk penulisan struktur switch adalah:
Code: Select all
switch (variabel){
case (kondisi1):
[Blok perintah jika kondisi1 tidak terpenuhi]
break;
case (kondisin):
[Blok perintah jika kondisi ke-n tidak terpenuhi]
break;
default: //kondisi selain kondisi1 atau kondisi ke-n
[Blok perintah kondisi lain]
break;
}Contoh 1:
Code: Select all
<?php
/* menentukan harga buah-buahan
Berdasarkan jenis data yang dimasukkan
*/
switch ($buah){
case ('apel'):
$harga = 10000;
break;
case ('melon'):
$harga = 5000;
break;
default:
$harga = 0;
break;
}
echo "Harga buah ".$buah." per ons: ".$harga;
?>Contoh 2:
Code: Select all
<?php
/* menentukan keterangan jarak
dengan memilih interval tertentu
*/
switch ($jarak) {
case ($jarak< 1):
echo "Terlalu dekat";
break;
case ($jarak>10):
echo "Lumayan jauh!";
break;
case ($jarak>20):
echo "Terlalu jauh";
break;
}
?>2. Struktur Pengulangan
Struktur pengulangan adalah struktur yang digunakan untuk mengeksekusi perintah selama, suatu kondisi terpenuhi.Atau dapat pula eksekusi perintah ini dilakukan berulang-ulang sebanyak batasan yang sudah ditentukan.
a. While
While akan memaksa program untuk melakukan pengulangan selama suatu kondisi masih memenuhi syarat. Program akan berhenti melakukan perintah-perintah saat menemui kondisi yang menyimpang dari kondisi yang telah ditentukan.
Beberapa bentuk penulisan struktur while:
- do … while
Code: Select all
do {
[perintah];
[break;|continue;]
[perintah];
} while (kondisi);- while
Code: Select all
While (kondisi){
[perintah];
[break;|continue;]
[perintah];
}Bentuk lain:
Code: Select all
While (kondisi):
[perintah];
[break;|continue;]
[perintah];
endwhile;Contoh 1:
Code: Select all
<?php
/* melakukan pengulangan selama
nilai dari $a lebih kecil atau sama dengan 10 */
$a = 0;
do {
echo $a++;
} while ($a <= 10);
?>Contoh 2:
Code: Select all
<?php
/* melakukan pengulangan selama
nilai dari $a lebih kecil atau sama dengan 10
dan akan dihentikan ketika $a mencapai nilai 6
*/
$a = 0;
while ($a <= 10){
echo $a++;
if ($a == 6){
break;
}
}
?>b. for
Jika pada bahasa pemograman lain pengulangan for … adalah struktur pengulangan yang telah diketahui banyaknya pengulangan yang akan dilakukan (telah ditentukan awal dan akhir pengulangan), pada PHP pengulangan for bisa melakukan pengulangan tanpa harus ditentukan awal dan akhir dari indeks pencacahnya. Bentuk penulisan for sebagai berikut:
Code: Select all
for (ekspresi1; ekspresi2; ekspresi3) {
perintah
}
Contoh 1:
Quote:
<?php
/* melakukan pengulangan dimulai dari 1 ($i =1)
selama $i tidak lebih dari 10
hasil dari pengulangan berupa penjumlahan ($i++)
*/
for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {
echo $i;
}
?>
/* melakukan pengulangan dimulai dari 1 ($i =1)
selama $i tidak lebih dari 10
hasil dari pengulangan berupa penjumlahan ($i++)
*/
for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {
echo $i;
}
?>
Contoh 2:
Code: Select all
<?php
/* melakukan pengulangan dimulai dari 100 ($i = 100)
hasil dari pengulangan berupa pengurangan ($i--)
jika $i sudah mencapapai nilai 80
maka pengulangan dihentikan
*/
for ($i = 100;; $i--) {
if ($i <=80) {
break;
}
echo $i;
}
?>
Contoh 3:
Code: Select all
<?php
/*
menentukan lebih dulu awal pengulangan-
di luar struktur for
*/
$i = 0;
for (; ;) {
/*
jika nilai $1 lebih besar dari 5
maka pengulangan dihentikan
*/
if ($i > 5) {
break;
}
echo $i;
/*
hasil dari pengulangan berupa penjumlahan ($i++)
*/
$i++;
}
?>c. foreach
foreach adalah pengulangan dengan sumber data dari suatu larik (array). Pengulangan akan dilakukan sebanyak jumlah data yang terdaftar pada larik (array) tersebut. Karena sumber datanya berasal dari array, maka Anda harus membuat daftar array lebih dulu.
Adapun bentuk struktur foreach sebagai berikut:
Code: Select all
foreach (larik as $nilai)
[Blok perintah]Atau:
Code: Select all
foreach (larik as $nilai as $kunci => $nilai)
[Blok perintah]Contoh 1:
Code: Select all
<?php
/*
mendaftarkan larik (array) pada variabel$larik
*/
$larik = array(24, 9, 19, 82);
foreach ($larik as $nilai) {
echo $nilai.",";
}
/* menghapus/membersihkan larik*/
unset($nilai);
?>Contoh 2:
Code: Select all
<?php
/*
mendaftarkan larik (array) pada variabel $larik
*/
$larik = array("minggu","senin", "selasa",
"rabu", "kamis", "jum'at", "sabtu");
foreach ($larik as $harike => $namahari) {
/*
karena larik (array) dimulai dari 0 (nol)
maka agar '$harike' dimulai dari 1,
hasil dari $harike ditambahkan 1
*/
$harike +=1;
echo "Hari ke : $harike;
Nama Hari: $namahari<br />\n";
}
?>Itulah sedikit pembahasan mengenai PHP, sekali lagi saya mohon maaf jika tidak membahas PHP secara panjang lebar. Silakan bila ingin menambahkan. Bila ada kesalahan dalam penyampaian, mohon dikoreksi.
--------------------------------
Salam PHP
Selasa, 17 Agustus 2010
Jasa GB PointBlank
Terima Jasa GB Char PB terpercaya, Berikut Gambar Rincian Exp Setiap Pangkat
ID Dan Pass anda terjamin aman dan KD HS anda pun akan naik. :D

*Keterangan Exp Untuk GB
- 24 Jam x 12 Komputer
- Bermain Di Clan Server(Biasanya Kami di Clan Server 480)
- Total Pendapatan Exp + Point Bisa 500.000 Exp lebih
*NB : - Memakai Double Exp + Point yang durasi 1 hari
- Lebih bagus memakai juga Character Double Exp Tero
Harga GB diatas = Rp 450.000
Berminat Hubungi
085716146881
Cara pembayaran :
Kirim Via ATM atau Ketemuan(Jakarta-Bogor)
ID Dan Pass anda terjamin aman dan KD HS anda pun akan naik. :D

*Keterangan Exp Untuk GB
- 24 Jam x 12 Komputer
- Bermain Di Clan Server(Biasanya Kami di Clan Server 480)
- Total Pendapatan Exp + Point Bisa 500.000 Exp lebih
*NB : - Memakai Double Exp + Point yang durasi 1 hari
- Lebih bagus memakai juga Character Double Exp Tero
Harga GB diatas = Rp 450.000
Berminat Hubungi
085716146881
Cara pembayaran :
Kirim Via ATM atau Ketemuan(Jakarta-Bogor)
Sabtu, 14 Agustus 2010
Antara Pacar & PointBlank
Antara Game Point Blank vs Pacar Tercinta. Game online Point Blank hampir digemari para gammer, bahkan bisa melupakan pacar tercintanya. Banyak yang lebih mentingin main game Poin Blank daripada pacarnya, yang akhirnya jadi masalah dalam hubungan. terbuka
Mungkin bisa dibilang Point Blank jadi korban perselingkuhan yang cukup berakibat fatal. Buat kamu para gammer, kira-kira kalo suruh milih diantara Piont Blank sama pacar beratan mana? karna dua-duanya saling dibutuhin.
Berikut beberapa perbedaan antara pacar vs game point blank, yang mungkin bisa jadi pertimbangan kamu buat memilih :
PB : adalah satu dunia yang besar.
Pacar : adalah satu dari banyak cewe di dunia ini.
Seorang Pacar bisa meninggalkan kamu.
PB : tidak akan!
Pacar : akan marah kalau kamu main PB.
PB : tidak akan marah kalau kamu main dengan Pacar!
Kamu bisa main PB : dengan Rp.20.000,00.
Untuk seorang Pacar : kamu butuh lebih dari Rp.20.000,00.
Ketika kamu main game lain : PB tidak akan marah.
Ketika kamu ketemu cewe lain : Pacar bisa marah.
Ketika kamu meninggalkan Pacarmu, susah sekali untuk mendapatkannya kembali.
Ketika kamu meninggalkan PB, PB akan selalu ada sampai kamu kembali.
Jadi kamu mau pilih mana? Point Blank atau Pacar? Pikirkan sekarang.. !!
Pacar : Bisakah PB memberimu kepuasan?
PB : Bisakah Pacar memberimu kepuasan berantai ketika kamu dapat chain headshot??
Pacar : Bisakah PB membuat cowok menjadi pria?
PB : Bisakah Pacar membuat pria menjadi Jendral??
Akan tetapi, ada hal yang sama di antara keduanya :
“Ketika kamu ada masalah, ketika kamu kalah Clan Fight, Pacarmu akan selalu ada untukmu.”
“Dan ketika kamu ada masalah dengan pacar, ada PB yang akan memberimu semangat.”
Nah, setelah mengetahui perbedaan dan kesamaan antara game Point blank vs pacar tercinta diatas apakah kamu udah bisa memilih? Keputusan ada ditangan kamu sendiri, berharap juga kalo pacar kamu itu suka main game online point blank juga.
Mungkin bisa dibilang Point Blank jadi korban perselingkuhan yang cukup berakibat fatal. Buat kamu para gammer, kira-kira kalo suruh milih diantara Piont Blank sama pacar beratan mana? karna dua-duanya saling dibutuhin.
Berikut beberapa perbedaan antara pacar vs game point blank, yang mungkin bisa jadi pertimbangan kamu buat memilih :
PB : adalah satu dunia yang besar.
Pacar : adalah satu dari banyak cewe di dunia ini.
Seorang Pacar bisa meninggalkan kamu.
PB : tidak akan!
Pacar : akan marah kalau kamu main PB.
PB : tidak akan marah kalau kamu main dengan Pacar!
Kamu bisa main PB : dengan Rp.20.000,00.
Untuk seorang Pacar : kamu butuh lebih dari Rp.20.000,00.
Ketika kamu main game lain : PB tidak akan marah.
Ketika kamu ketemu cewe lain : Pacar bisa marah.
Ketika kamu meninggalkan Pacarmu, susah sekali untuk mendapatkannya kembali.
Ketika kamu meninggalkan PB, PB akan selalu ada sampai kamu kembali.
Jadi kamu mau pilih mana? Point Blank atau Pacar? Pikirkan sekarang.. !!
Pacar : Bisakah PB memberimu kepuasan?
PB : Bisakah Pacar memberimu kepuasan berantai ketika kamu dapat chain headshot??
Pacar : Bisakah PB membuat cowok menjadi pria?
PB : Bisakah Pacar membuat pria menjadi Jendral??
Akan tetapi, ada hal yang sama di antara keduanya :
“Ketika kamu ada masalah, ketika kamu kalah Clan Fight, Pacarmu akan selalu ada untukmu.”
“Dan ketika kamu ada masalah dengan pacar, ada PB yang akan memberimu semangat.”
Nah, setelah mengetahui perbedaan dan kesamaan antara game Point blank vs pacar tercinta diatas apakah kamu udah bisa memilih? Keputusan ada ditangan kamu sendiri, berharap juga kalo pacar kamu itu suka main game online point blank juga.
Rabu, 14 Juli 2010
Jual Char PointBlank Major Grade 4
Alesan gw jual char karena gw udah pensiun bermain game no.1 di indonesia ini,
sebenernya sih gak rela mau jual char w,tapi mau apalagi...
kalo hidup gw di pb terus kapan masa depan w akan maju????
Tenang aja agan2 semua, saya jual serius
ada e-mail,security code & answernya, jadi kalo kena hack bisa di ambil lagi.
dan ini info2 char gw :

*Info Char
- KD = 63%
- HS = 36%
- Sisa Point = 32954
- Sisa Cash = 416
- Staf -Pdox-faillink-- (Assaulter)
*Title & Baret Full
*Inventory
- Kriss SV = 9 Unit
- AK Sopmod = 18 Unit
- Spass = 57 unit
- Magnum = 37 unit
- AK-47 = 7 hari (No Use)
- Spectre ext = 52 unit
- Dual Hadgun = 43 unit
- Flash Bang = 36 unit
- Item Hollow+Kevlar = 3 Hari No use
- Char Tero = 61 unit
- Char CT = 58 unit
Harga : Rp 700.000 (Nego)
Jika minat hubungi 085716146881
atau PM di facebook gw + bboy_computer43@yahoo.com




sebenernya sih gak rela mau jual char w,tapi mau apalagi...
kalo hidup gw di pb terus kapan masa depan w akan maju????
Tenang aja agan2 semua, saya jual serius
ada e-mail,security code & answernya, jadi kalo kena hack bisa di ambil lagi.
dan ini info2 char gw :

*Info Char
- KD = 63%
- HS = 36%
- Sisa Point = 32954
- Sisa Cash = 416
- Staf -Pdox-faillink-- (Assaulter)
*Title & Baret Full
*Inventory
- Kriss SV = 9 Unit
- AK Sopmod = 18 Unit
- Spass = 57 unit
- Magnum = 37 unit
- AK-47 = 7 hari (No Use)
- Spectre ext = 52 unit
- Dual Hadgun = 43 unit
- Flash Bang = 36 unit
- Item Hollow+Kevlar = 3 Hari No use
- Char Tero = 61 unit
- Char CT = 58 unit
Harga : Rp 700.000 (Nego)
Jika minat hubungi 085716146881
atau PM di facebook gw + bboy_computer43@yahoo.com




Jumat, 11 Juni 2010
Selasa, 09 Februari 2010
Dasar PHP dan Installasi AppServ
Anda ingin membuat website dinamis? maka anda perlu mempelajari bahasa pemrograman web server seperti ASP.net, PHP, JSP, Perl, Python, RoR (Ruby on Rails) dan masih banyak lagi. Anda tidak perlu mempelajari semuanya cukup pilih saja salah satu. Dan jika anda memilih PHP, maka anda berada diwebsite yang tepat. Jika anda memilih lainnya silahkan browsing lagi di Google, karena saya belum menguasainya (saya bilang belum karena saya berencana mempelajarinya, hanya saja tidak ada waktu untuk mempelajarinya).
Apa itu PHP?
Salah satu alasan PHP menjadi sukses seperti sekarang ini adalah karena kemampuannya yang menakjubkan. PHP dapat berkomunikasi dengan berbagai macam database dan mengenal semua protokol internet. PHP mudah digunakan dan cepat. Class-class / fungsi-fungsi PHP dapat anda temukan dengan mudah di internet. Apabila anda ingin membuat web dinamis dan belum tau caranya, PHP adalah bahasa pemrograman yang tepat.
PHP merupakan kependekan dari HyperText Preprocessor, awalnya merupakan kependekan dari Personal HomePage. PHP Merupakan bahasa pemrograman yang biasanya ditulis bersama kode HTML. Tidak seperti HTML yang langsung dikirim ke browser, script PHP di parsing dulu oleh PHP binary dalam komputer server. Elemen HTML dibiarkan tetapi kode PHP di eksekusi terlebih dahulu dan hasilnya dalam bentuk HTML dikirim ke browser pengguna. Kode PHP mampu menjalankan perintah database, membuat gambar, membaca dan menulis file, serta kemampuan lainnya yang tidak memiliki batas.
Pada saat artikel ini ditulis, PHP telah memasuki versi 5, tetapi versi 4 nya masih banyak digunakan. Bahkan versi 6 Alpha telah keluar sejak akhir 2006. Pada versi 5 keatas PHP telah memiliki konsep OOP (Pemrograman Berorientasi Objek) yang cukup bagus dan sebanding dnegan Java. Jadi jika anda menggunakan PHP 5 anda harus terbiasa dengan konsep OOP. Saya akan membahas konsep OOP lain kali, disini kita menggunakan PHP 4 dan tidak menggunakan konsep OOP. Jadi sangat cocok bagi anda yang merupakan pemula dan ingin belajar PHP.
Cara menginstall PHP
Sudah cukup kita ngomongin PHP, sekarang sebelum kita dapat menggunakan PHP pertama-tama kita perlu menginstall PHP pada komputer kita. PHP dapat dijalankan di berbagai macam sistem operasi dan servers. PHP dapat berjalan di Windows, Unix, Linux dan Macintosh. PHP juga dapat bekerja pada berbagai macam web server termasuk Apache (Apache merupakan opensource dan pasangan sehidup semati dengan PHP), Microsoft IIS (Internet Information Server), Website Pro, iPlanet dan Microsoft PWS (Personal Web Server). Disini kita akan menginstall PHP didalam Windows XP menggunakan server Apache.
Cara termudah menginstall PHP adalah dengan menggunakan appserv. Appserv merupakan sebuah paket untuk Windows dimana didalamnya terdapat :
* Apache Web Server
* PHP Script Language
* MySQL Database
* Zend Optimizer
* phpMyAdmin Database Manager
Daripada kita mendownload satu-satu, lebih mudah kita menggunakan apsserv, karena didalamnya sudah terdapat semua. Anda tinggal download dan install.
Pertama-tama bukalah http://www.AppServNetwork.com dan download Appserv versi terbaru. Setelah itu jalankan filenya dan akan muncul layar seperti dibawah ini:
Layar Selamat datang
Klik Next aja.
Pilih Folder Instalasi
Ini merupakan default folder dimana anda akan menginstall Appserv. Saya sarankan biarkan saja menggunakan folder defaultnya tidak usah diubah. Klik Next
Pilih tipe Instalan
Pilihlah typical dan klik Next
Setting Localhost
Biarkan saja Server Name nya dengan localhost dan Port nya 80. Klik Next
Username dan Password untuk mengakses MySQL
Pilihlah Username dan Password untuk mengakses database MySQL. Isi sesuka anda, asal anda jangan lupa dengan username dan passwordnya. Kemudian klik Next, selesailah sudah. Anda sudah berhasil menginstall PHP pada komputer anda. Bagaimana mudah bukan.
Sekarang buka browser anda dan ketik ‘localhost’, maka browser anda akan menjadi seperti ini:
Tampilan Localhost Appserv
Selamat, PHP sudah terinstall pada komputer anda. Sekarang mari kita mencoba beberapa kode PHP.
PHP pertama saya begitu menggoda
Perlu di ingat jika anda membuat file PHP, maka anda perlu menyimpannya di folder c:\appserv\www\folderanda. Sekarang buka Windows explorer dan buka c:\appserv\www setelah itu buatlah folder dan beri nama folder tersebut ‘contoh’. Seperti dokumen HTML, PHP merupakan file text. Karena itu anda dapat membuatnya dengan text editor seperti Notepad atau BBEdit untuk MacOS atau Vi dan Emacs untuk Unix/Linux. Saya pribadi menyukai Editplus atau PHPEdit karena software tersebut memiliki sintax highlighting yang memudahkan kita.
Engine PHP akan mengeksekusi kode PHP setelah (), jika kode PHP anda benar maka hasilnya akan ditampilkan, tetapi apabila salah maka terdapat pesan error dengan memberi tahu anda pada baris berapa terdapat error nya. Sekarang buka teks editor favorit anda dan cobalah kode berikut ini:
Tampilan kode PHP Hello World
Sekarang simpan file tersebut di to c:\appserv\www\contoh\hello.php. Buka browser anda dan jalankan ‘http://localhost/contoh/hello.php’. Maka pada browser anda akan tampil seperti ini:
Tampilan kode PHP Hello World
print() merupakan fungsi untuk mengoutput data. Apa saja yang dituliskan oleh print() akan ditampilkan pada browser. print() merupakan salah satu fungsi yang terdapat dalam PHP untuk menampilkan data, biasanya dimodifikasi dengan data yang dimasukkan, Dalam kasus ini anda menjalankan fungsi print() yang berisi sekumpulan karakter (Hello World) atau disebut String. String harus diapit oleh tanda ".
PERHATIAN !
Setiap baris dari kode PHP selalu diakhiri dengan tanda titik koma " ; "
Anda dapat memasang kode PHP didalam HTML, cukup seperti ini:
Tetapi anda tidak bisa menyimpannya dalam format .html, anda harus menyimpannya dalam format .php
Comments
Sama seperti HTML, anda pun bisa menuliskan komentar di kode PHP anda. Untuk menuliskan komentar satu baris pada PHP harus diawali dengan dua tanda // atau sebuah tanda #. Semua teks setelah tanda tersebut tidak akan dibaca oleh PHP. Jika anda ingin menuliskan komentar lebih dari satu baris anda dapat menggunakan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */. Contoh:
Variables
Variabel merupakan sebuah tempat yang anda definisikan untuk menyimpan sebuah nilai. Variabel mempunyai nama yang anda definisikan dan diawali dengan tanda $. Nama variabel bebas anda dapat menuliskan dengan karakter, angka dan garis bawah "_". Nama variabel tidak boleh mengandung spasi atau karakter lain selain angka dan huruf. Contoh:
Hasil:
Halo nama saya bobi, saya 30 tahun dan tinggal di Indonesia
Sudah dapet maksudnya? Jika anda lihat kode diatas, kita membuat variabel nama yang diisi dengan teks "bobi", kita kuga membuat variabel umur dan negara. Maka apabila kita menulis $umur didalam fungsi print maka yang ditampilkan adalah isi dari variabel tersebut. Kita juga dapat mengisi variabel dengan variabel yang lain serta dapat memanipulasinya. Ini contohnya:
Hasil:
3 + 4 = 7
Nama saya adalah Dhimas Ronggobramantyo
Jika anda lihat pada variabel "hasil" kita mengisinya dengan variabel x ditambah variabel y. Kita melakukan manipulasi yaitu menambah nilai variabel x dan y yang hasilnya disimpan pada variabel hasil. Sebelum anda meneruskan, coba anda pahami terlebih dahulu mengenai variabel, cobalah untuk mengubah kode-kode yang ada.
Array
Array merupakan sekumpulan elemen yang memiliki tipe yang sama. Di dalam array data tersimpan dengan menggunakan index untuk memudahkan pencarian kembali data tersebut. Variabel hanya memiliki sebuah nilai sedangkan array dapat mempunyai sejumlah nilai. Data dalam suatu array disebut elemen-elemen array. Semua elemen array yang tersimpan mempunyai tipe data yang sama. Array dapat berdimensi satu atau lebih (multidimensi). Oke sekarang cobalah contoh berikut ini:
Hasil:
Halo nama saya James dan teman saya adalah Robert
Mirip dengan variabel kan, hanya saja terdapat kurung siku atau dikenal dengan istilah vektor untuk membedakan antara $name yang satu dengan yang lain. Untuk membuat array anda dapat menggunakan cara lain yaitu menggunakan fungsi array(). Contoh:
$name = array("James", "Bobi", "Robert");
Pada bagian vektor (yang didalam kurung siku) tidak hanya dapat di isi angka saja tetapi juga dapat di isi oleh teks. Contoh:
If statement
Belajar pemrograman tidak akan lengkap jika belum ada if. Fungsi if digunakan untuk membuat berbagai ekspresi yang berbeda, apabila ekspresinya benar maka kode yang didalam ekspresi tersebut akan dijalankan. Untuk gampangnya perhatikan diagram kode diabawah ini:
if ( expression 1 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 benar
}
elseif ( another expression 2 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 salah
// dan ekspresi 2 benar
else
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 dan 2 salah
}
Apabila ekspresi 1 bernilai benar maka kode didalamnya akan dijalankan, dan setelah itu selesai. Tetapi apabila ekspresi 1 salah maka program akan membaca ekspresi 2, apabila ekspresi 2 maka kode didalamnya akan dijalankan dan selesai. Tetapi apabila ekspresi 2 salah maka program akan menjalankan kode yang berada didalam else karena semua ekspresi sebelumnya salah. Anda dapat menambahkan elseif sebanyak apapun yang anda mau. Cobalah kode berikut ini:
Variabel $x menyimpan nilai yaitu "3". Angka "3" tidak lebih besar dari "5", Maka ekspresi pertama akan dilewati. Pada elseif berikutnya diuji apakah 3 < 5, tentu saja hasilnya benar. Maka blok kode didalamnya akan dijalankan. Cobalah untuk mengganti nilai variabel $x agar mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Pahamilah perbedaannya. Contoh lainnya:
Switch Statement
Perintah switch merupakan alternatif pengganti dari If. Perintah switch akan menyeleksi kondisi yang diberikan dan kemudian membandingkan hasilnya dengan konstanta-konstanta yang ada didalam case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta pertama sampai terakhir. Jika kondisi ditemukan maka program akan membaca kode didalam konstanta tersebut, dan ketika bertemu perintah break; maka program akan keluar dari fungsi switch. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram kode berikut ini:
switch ( expression )
{
case result1:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
case result2:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
default:
// Kode akan dijalankan apabila break tidak dijalankan
}
Pada dasarnya mirip dengan if, coba anda perhatikan contoh berikut ini:
Pengulangan (while)
Fungsi while digunakan untuk melakukan pengulangan suatu blok kode. Jumlah pengulangan yang terjadi tergantung dari ekspresi yang ditentukan. Anda akan sering menggunakan fungsi while untuk mengambil data dari database. Blok diagram kode while kira-kira seperti ini:
while (ekspresi)
Kode yang diulang
endwhile;
Inilah contohnya:
Hasil:
Loop 1
Loop 2
Loop 3
Loop 4
Loop 5
Loop 6
Loop 7
Loop 8
Loop 9
Loop 10
autoincrement (++) dan autodecrement (–) sama saja artinya dengan menjumlahkan/mengurangkan nilai variabel dengan nilai satu, jadi jika kita memiliki variabel i yang bernilai 1 kemudian kita menjalankan $i++; maka nilai i akan menjadi 2. Pada kode diatas pertama-tama kita memberi nilai variabel i dengan 1. Kemudian dibawahnya ada kode while yang artinya jika nilai i lebih kecil sama dengan 10 maka kode yang berada didalam while akan dijalankan. Karena nilai i adalah 1 maka kode dijalankan yaitu mencetak teks Loop dan nilai variabel i yaitu 1. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 2.
Kembali mengecek apakah nilai i (yaitu 2) lebih kecil 10? karena benar maka kode didalam while dijalankan yaitu mencetak Loop dan nilai variabel i yaitu 2. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 3. Begitu seterusnya hingga nilai i betambah terus sampai ekspresi while salah (yaitu saat nilai i tidak lebih kecil dari 10) dan kode didalam tidak dijalankan.
Perlu di ingat apabila kita tidak memasang kode $i++; maka nilai i akan selalu 1 tidak bertambah sehingga kondisi i lebih kecil selalu tercapai dan pengulangan tidak berhenti. Hal ini akan membuat sistem berhenti bekerja, karena terus melakukan pengulangan.
Pengulangan (for)
Perintah for digunakan untuk mengulang perintah dengan jumlah pengulangan yang sudah diketahui. Pada perintah for anda tidak perlu menuliskan kondisi untuk diuji. Anda hanya menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai variabel penghitung ini akan bertambah atau berkurang setiap kali sebuah pengulangan dilakukan. Karena itu pengulangan yang tidak berhenti (seperti dalam kasus while) tidak akan terjadi. Diagram kodenya seperti ini:
for ( variable awal; ekspresi; variabel increment/decrement )
{
// Kode yang dijalankan
}
Ekspresi pertama merupakan variabel awal / nilai awal, sedangkan yang kedua merupakan kondisi yang harus dicapai agar pengulangan dilakukan, sedangkan yang ketiga merupakan peningkatan/penurunan nilai variabel. Contoh diatas yang menggunakan while jika kita menggunakan for akan seperti ini:
Hasil:
Loop 1
Loop 2
Loop 3
Loop 4
Loop 5
Loop 6
Loop 7
Loop 8
Loop 9
Loop 10
Fungsi
Fungsi merupakan sekumpulan kode yang dapat kita panggil kembali. Ketika dipanggil maka kode-kode didalam fungsi tersebut akan dijalankan. Dengan menggunakan fungsi, program akan lebih mudah dibaca dan kita tidak perlu menulis kode yang sama berkali-kali. Kita dapat mengirimkan nilai variabel kedalam fungsi dan ketika fungsi selesai dijalankan nilai variabel tersebut dapat kita ambil kembali. Oke untuk lebih jelasnya, misalkan kita memiliki kode PHP seperti ini:
Jika kita menulis kode tersebut, kita telah membuang-buang waktu karena kita menulis kode yang sama sebanyak 5 kali. Jika kita menggunakan function() maka kita cukup menulisnya sekali saja, dan sisanya tinggal memanggil fungsi tersebut. Oke sekarang kita coba buat kode diatas menggunakan fungsi:
Kita membuat fungsi dengan nama myfunction, kita bebas memberikan nama untuk fungsi yang kita buat. Didalam fungsi myfunction terdapat sekumpulan kode. Nah untuk memanggil fungsi myfunction kita cukup menulis nama fungsinya saja yaitu myfunction();
Anda juga dapat mengirim variabel kedalam sebuah fungsi. Misal anda memiliki kode seperti dibawah ini yang dibuat tanpa fungsi:
Seperti yang anda lihat pada kode diatas sama semua hanya saja nilai variabelnya berbeda, kita dapat membuat fungsi dimana nilai variabelnya bisa kita masukkan. Seperti ini kodenya jika kode diatas dibuat menggunakan fungsi:
function anotherfunction($i,$j). $i dan $j adalah variabel yang memiliki nilai 1 dan 2 ketika kita memanggil fungsi anotherfunction(1,2) Jika kita memiliki fungsi:
function add($i,$j) {
…
}
Dan anda memanggil fungsi tersebut dengan add(1,2); maka nilai $i didalam fungsi tersebut adalah 1 dan nilai $j adalah 2.
Jika anda memiliki fungsi:
function substract($i,$j,$k) {
…
}
Dan anda memanggil fungsi substract(5,6,8); maka nilai $i = 5, $j = 6 dan $k = 8. Sekarang jika anda memanggil fungsi seperti ini:
$x=10;
substract(8,9,$x);
maka $i=8, $j=9 dan $k=10.
Bagaimana? sebelum anda lanjut akan lebih baik jika anda pahami betul mengenai fungsi, karena semakin besar kode PHP yang anda buat maka semakin banyak fungsi yang akan anda gunakan. Anda bisa saja membuat kode PHP tanpa fungsi, tetapi seperti yang saya bilang dengan fungsi anda bisa menghemat penulisan kode yang berulang-ulang.
Forms
Didalam dunia World Wide Web, form HTML merupakan tempat dimana kita bisa mengirimkan informasi dari pengguna ke server. PHP didesain agar dapat bekerja dan menerima informasi dari form HTML. Oke sekarang cobalah kode berikut ini dan simpan dengan nama form.php:
Jika anda buka result.php maka isi dari variabel $myname dan $myaddress kosong, karena memang belum anda deklarasikan isinya. Tetapi jika anda membuka file form.php terdapat text field dengan nama "myname" dan "myaddress". Nah nama textfield ini akan menjadi nama variabel apabila kita mengirimkannya ke PHP. Buka form.php dan coba anda isi text nama dan alamat. Ketika tombol diklik maka variabel tersebut akan dikirim ke file post.php. Dan file post.php akan menerimanya dan menampilkannya.
Anda dapat mengirim nilai variabel tersebut ke file itu sendiri. Metode ini biasanya yang paling sering digunakan. Untuk mengirim variabel ke file dirinya sendiri ubah saja form action ke . Cobalah kode dibawah ini dan simpan dengan nama self.php:
Beberapa fungsi built in PHP
PHP memiliki buanyak fungsi didalamnya. Buanyak bukan banyak, karena memang sangat banyak. Anda dapat membaca semua fungsinya di manual PHP. Belum lagi class-class yang tersebar di internet. Dijamin anda akan menemukan apa yang anda butuhkan. Oke, kembali ke fungsi. Saya akan menerangkan 3 fungsi dalam PHP yaitu date(), strlen() dan substr().
Fungsi date() digunakan untuk menampilkan tanggal dari server. Kita bisa mengatur hasil tampilan dari date() sesuka hati kita. Inilah kode-kode yang digunakan untuk menampilkan format date():
Format Deskripsi Hasil
a ‘am’ atau ‘pm’ huruf kecil pm
A ‘AM’ atau ‘PM’ huruf besar PM
d Tanggal (dengan angka diawali dengan 0) 20
D Hari (3 huruf) Thu
F Bulan January
Jam (format 12 jam - diawali dengan 0) 03
H Jam (format 24 jam - diawali dengan 0) 20
g Jam (format 12 jam - tanpa 0) 3
G Jam (format 24 jam - tanpa 0) 20
i Menit 47
j Tanggal (tanpa 0) 3
1 Hari Thursday
L Melompati tahun (’1′ untuk ya, ‘0′ untuk no) 1
m Bulan (angka - diawali dengan 0) 01
M Bulan (3 huruf) Jan
n Bulan (angka - tanpa 0) 1
s Detik 24
U Time stamp 1142743213
y Tahun (2 digit) 06
Y Tahun (4 digit) 2006
z Jumlah hari dalam setahun (0-365) 19
Z Waktu dari GMT 0
Contoh:
Hasil:
Today is 11 of October 2007, at 11.42 am
Bagaimana? mudah bukan untuk menampilkan tanggal pada PHP, sekarang kita pelajari strlen()
strlen() digunakan untuk mengetahu panjang dari string atau jumlah karakter dalam string. strlen() memerlukan masukan berupa string dan akan mengembalikan nilai yang merupakan jumlah karakter dalam string tersebut.
substr() digunakan untuk memotong suatu string dengan menentukan posisi karakter awal dan jumlah karakter yang akan dipotong. Daripada bingung cobalah kode berikut ini:
Hasil:
8
puter
put
Bagaimana? mudah kan. Semua yang telah anda baca, mulai dari menginstall hingga bagian ini merupakan dasar-dasar dari PHP dan masih banyak lagi yang harus dipelajari. Tetapi karena anda telah mengetahui dasarnya, maka tidak akan terlalu sulit apabila anda ingin mempelajari PHP lebih dalam lagi.
Apa itu PHP?
Salah satu alasan PHP menjadi sukses seperti sekarang ini adalah karena kemampuannya yang menakjubkan. PHP dapat berkomunikasi dengan berbagai macam database dan mengenal semua protokol internet. PHP mudah digunakan dan cepat. Class-class / fungsi-fungsi PHP dapat anda temukan dengan mudah di internet. Apabila anda ingin membuat web dinamis dan belum tau caranya, PHP adalah bahasa pemrograman yang tepat.
PHP merupakan kependekan dari HyperText Preprocessor, awalnya merupakan kependekan dari Personal HomePage. PHP Merupakan bahasa pemrograman yang biasanya ditulis bersama kode HTML. Tidak seperti HTML yang langsung dikirim ke browser, script PHP di parsing dulu oleh PHP binary dalam komputer server. Elemen HTML dibiarkan tetapi kode PHP di eksekusi terlebih dahulu dan hasilnya dalam bentuk HTML dikirim ke browser pengguna. Kode PHP mampu menjalankan perintah database, membuat gambar, membaca dan menulis file, serta kemampuan lainnya yang tidak memiliki batas.
Pada saat artikel ini ditulis, PHP telah memasuki versi 5, tetapi versi 4 nya masih banyak digunakan. Bahkan versi 6 Alpha telah keluar sejak akhir 2006. Pada versi 5 keatas PHP telah memiliki konsep OOP (Pemrograman Berorientasi Objek) yang cukup bagus dan sebanding dnegan Java. Jadi jika anda menggunakan PHP 5 anda harus terbiasa dengan konsep OOP. Saya akan membahas konsep OOP lain kali, disini kita menggunakan PHP 4 dan tidak menggunakan konsep OOP. Jadi sangat cocok bagi anda yang merupakan pemula dan ingin belajar PHP.
Cara menginstall PHP
Sudah cukup kita ngomongin PHP, sekarang sebelum kita dapat menggunakan PHP pertama-tama kita perlu menginstall PHP pada komputer kita. PHP dapat dijalankan di berbagai macam sistem operasi dan servers. PHP dapat berjalan di Windows, Unix, Linux dan Macintosh. PHP juga dapat bekerja pada berbagai macam web server termasuk Apache (Apache merupakan opensource dan pasangan sehidup semati dengan PHP), Microsoft IIS (Internet Information Server), Website Pro, iPlanet dan Microsoft PWS (Personal Web Server). Disini kita akan menginstall PHP didalam Windows XP menggunakan server Apache.
Cara termudah menginstall PHP adalah dengan menggunakan appserv. Appserv merupakan sebuah paket untuk Windows dimana didalamnya terdapat :
* Apache Web Server
* PHP Script Language
* MySQL Database
* Zend Optimizer
* phpMyAdmin Database Manager
Daripada kita mendownload satu-satu, lebih mudah kita menggunakan apsserv, karena didalamnya sudah terdapat semua. Anda tinggal download dan install.
Pertama-tama bukalah http://www.AppServNetwork.com dan download Appserv versi terbaru. Setelah itu jalankan filenya dan akan muncul layar seperti dibawah ini:
Layar Selamat datang
Klik Next aja.
Pilih Folder Instalasi
Ini merupakan default folder dimana anda akan menginstall Appserv. Saya sarankan biarkan saja menggunakan folder defaultnya tidak usah diubah. Klik Next
Pilih tipe Instalan
Pilihlah typical dan klik Next
Setting Localhost
Biarkan saja Server Name nya dengan localhost dan Port nya 80. Klik Next
Username dan Password untuk mengakses MySQL
Pilihlah Username dan Password untuk mengakses database MySQL. Isi sesuka anda, asal anda jangan lupa dengan username dan passwordnya. Kemudian klik Next, selesailah sudah. Anda sudah berhasil menginstall PHP pada komputer anda. Bagaimana mudah bukan.
Sekarang buka browser anda dan ketik ‘localhost’, maka browser anda akan menjadi seperti ini:
Tampilan Localhost Appserv
Selamat, PHP sudah terinstall pada komputer anda. Sekarang mari kita mencoba beberapa kode PHP.
PHP pertama saya begitu menggoda
Perlu di ingat jika anda membuat file PHP, maka anda perlu menyimpannya di folder c:\appserv\www\folderanda. Sekarang buka Windows explorer dan buka c:\appserv\www setelah itu buatlah folder dan beri nama folder tersebut ‘contoh’. Seperti dokumen HTML, PHP merupakan file text. Karena itu anda dapat membuatnya dengan text editor seperti Notepad atau BBEdit untuk MacOS atau Vi dan Emacs untuk Unix/Linux. Saya pribadi menyukai Editplus atau PHPEdit karena software tersebut memiliki sintax highlighting yang memudahkan kita.
Engine PHP akan mengeksekusi kode PHP setelah (), jika kode PHP anda benar maka hasilnya akan ditampilkan, tetapi apabila salah maka terdapat pesan error dengan memberi tahu anda pada baris berapa terdapat error nya. Sekarang buka teks editor favorit anda dan cobalah kode berikut ini:
Tampilan kode PHP Hello World
Sekarang simpan file tersebut di to c:\appserv\www\contoh\hello.php. Buka browser anda dan jalankan ‘http://localhost/contoh/hello.php’. Maka pada browser anda akan tampil seperti ini:
Tampilan kode PHP Hello World
print() merupakan fungsi untuk mengoutput data. Apa saja yang dituliskan oleh print() akan ditampilkan pada browser. print() merupakan salah satu fungsi yang terdapat dalam PHP untuk menampilkan data, biasanya dimodifikasi dengan data yang dimasukkan, Dalam kasus ini anda menjalankan fungsi print() yang berisi sekumpulan karakter (Hello World) atau disebut String. String harus diapit oleh tanda ".
PERHATIAN !
Setiap baris dari kode PHP selalu diakhiri dengan tanda titik koma " ; "
Anda dapat memasang kode PHP didalam HTML, cukup seperti ini:
Tetapi anda tidak bisa menyimpannya dalam format .html, anda harus menyimpannya dalam format .php
Comments
Sama seperti HTML, anda pun bisa menuliskan komentar di kode PHP anda. Untuk menuliskan komentar satu baris pada PHP harus diawali dengan dua tanda // atau sebuah tanda #. Semua teks setelah tanda tersebut tidak akan dibaca oleh PHP. Jika anda ingin menuliskan komentar lebih dari satu baris anda dapat menggunakan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */. Contoh:
Variables
Variabel merupakan sebuah tempat yang anda definisikan untuk menyimpan sebuah nilai. Variabel mempunyai nama yang anda definisikan dan diawali dengan tanda $. Nama variabel bebas anda dapat menuliskan dengan karakter, angka dan garis bawah "_". Nama variabel tidak boleh mengandung spasi atau karakter lain selain angka dan huruf. Contoh:
Hasil:
Halo nama saya bobi, saya 30 tahun dan tinggal di Indonesia
Sudah dapet maksudnya? Jika anda lihat kode diatas, kita membuat variabel nama yang diisi dengan teks "bobi", kita kuga membuat variabel umur dan negara. Maka apabila kita menulis $umur didalam fungsi print maka yang ditampilkan adalah isi dari variabel tersebut. Kita juga dapat mengisi variabel dengan variabel yang lain serta dapat memanipulasinya. Ini contohnya:
Hasil:
3 + 4 = 7
Nama saya adalah Dhimas Ronggobramantyo
Jika anda lihat pada variabel "hasil" kita mengisinya dengan variabel x ditambah variabel y. Kita melakukan manipulasi yaitu menambah nilai variabel x dan y yang hasilnya disimpan pada variabel hasil. Sebelum anda meneruskan, coba anda pahami terlebih dahulu mengenai variabel, cobalah untuk mengubah kode-kode yang ada.
Array
Array merupakan sekumpulan elemen yang memiliki tipe yang sama. Di dalam array data tersimpan dengan menggunakan index untuk memudahkan pencarian kembali data tersebut. Variabel hanya memiliki sebuah nilai sedangkan array dapat mempunyai sejumlah nilai. Data dalam suatu array disebut elemen-elemen array. Semua elemen array yang tersimpan mempunyai tipe data yang sama. Array dapat berdimensi satu atau lebih (multidimensi). Oke sekarang cobalah contoh berikut ini:
Hasil:
Halo nama saya James dan teman saya adalah Robert
Mirip dengan variabel kan, hanya saja terdapat kurung siku atau dikenal dengan istilah vektor untuk membedakan antara $name yang satu dengan yang lain. Untuk membuat array anda dapat menggunakan cara lain yaitu menggunakan fungsi array(). Contoh:
$name = array("James", "Bobi", "Robert");
Pada bagian vektor (yang didalam kurung siku) tidak hanya dapat di isi angka saja tetapi juga dapat di isi oleh teks. Contoh:
If statement
Belajar pemrograman tidak akan lengkap jika belum ada if. Fungsi if digunakan untuk membuat berbagai ekspresi yang berbeda, apabila ekspresinya benar maka kode yang didalam ekspresi tersebut akan dijalankan. Untuk gampangnya perhatikan diagram kode diabawah ini:
if ( expression 1 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 benar
}
elseif ( another expression 2 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 salah
// dan ekspresi 2 benar
else
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 dan 2 salah
}
Apabila ekspresi 1 bernilai benar maka kode didalamnya akan dijalankan, dan setelah itu selesai. Tetapi apabila ekspresi 1 salah maka program akan membaca ekspresi 2, apabila ekspresi 2 maka kode didalamnya akan dijalankan dan selesai. Tetapi apabila ekspresi 2 salah maka program akan menjalankan kode yang berada didalam else karena semua ekspresi sebelumnya salah. Anda dapat menambahkan elseif sebanyak apapun yang anda mau. Cobalah kode berikut ini:
Variabel $x menyimpan nilai yaitu "3". Angka "3" tidak lebih besar dari "5", Maka ekspresi pertama akan dilewati. Pada elseif berikutnya diuji apakah 3 < 5, tentu saja hasilnya benar. Maka blok kode didalamnya akan dijalankan. Cobalah untuk mengganti nilai variabel $x agar mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Pahamilah perbedaannya. Contoh lainnya:
Switch Statement
Perintah switch merupakan alternatif pengganti dari If. Perintah switch akan menyeleksi kondisi yang diberikan dan kemudian membandingkan hasilnya dengan konstanta-konstanta yang ada didalam case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta pertama sampai terakhir. Jika kondisi ditemukan maka program akan membaca kode didalam konstanta tersebut, dan ketika bertemu perintah break; maka program akan keluar dari fungsi switch. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram kode berikut ini:
switch ( expression )
{
case result1:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
case result2:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
default:
// Kode akan dijalankan apabila break tidak dijalankan
}
Pada dasarnya mirip dengan if, coba anda perhatikan contoh berikut ini:
Pengulangan (while)
Fungsi while digunakan untuk melakukan pengulangan suatu blok kode. Jumlah pengulangan yang terjadi tergantung dari ekspresi yang ditentukan. Anda akan sering menggunakan fungsi while untuk mengambil data dari database. Blok diagram kode while kira-kira seperti ini:
while (ekspresi)
Kode yang diulang
endwhile;
Inilah contohnya:
Hasil:
Loop 1
Loop 2
Loop 3
Loop 4
Loop 5
Loop 6
Loop 7
Loop 8
Loop 9
Loop 10
autoincrement (++) dan autodecrement (–) sama saja artinya dengan menjumlahkan/mengurangkan nilai variabel dengan nilai satu, jadi jika kita memiliki variabel i yang bernilai 1 kemudian kita menjalankan $i++; maka nilai i akan menjadi 2. Pada kode diatas pertama-tama kita memberi nilai variabel i dengan 1. Kemudian dibawahnya ada kode while yang artinya jika nilai i lebih kecil sama dengan 10 maka kode yang berada didalam while akan dijalankan. Karena nilai i adalah 1 maka kode dijalankan yaitu mencetak teks Loop dan nilai variabel i yaitu 1. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 2.
Kembali mengecek apakah nilai i (yaitu 2) lebih kecil 10? karena benar maka kode didalam while dijalankan yaitu mencetak Loop dan nilai variabel i yaitu 2. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 3. Begitu seterusnya hingga nilai i betambah terus sampai ekspresi while salah (yaitu saat nilai i tidak lebih kecil dari 10) dan kode didalam tidak dijalankan.
Perlu di ingat apabila kita tidak memasang kode $i++; maka nilai i akan selalu 1 tidak bertambah sehingga kondisi i lebih kecil selalu tercapai dan pengulangan tidak berhenti. Hal ini akan membuat sistem berhenti bekerja, karena terus melakukan pengulangan.
Pengulangan (for)
Perintah for digunakan untuk mengulang perintah dengan jumlah pengulangan yang sudah diketahui. Pada perintah for anda tidak perlu menuliskan kondisi untuk diuji. Anda hanya menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai variabel penghitung ini akan bertambah atau berkurang setiap kali sebuah pengulangan dilakukan. Karena itu pengulangan yang tidak berhenti (seperti dalam kasus while) tidak akan terjadi. Diagram kodenya seperti ini:
for ( variable awal; ekspresi; variabel increment/decrement )
{
// Kode yang dijalankan
}
Ekspresi pertama merupakan variabel awal / nilai awal, sedangkan yang kedua merupakan kondisi yang harus dicapai agar pengulangan dilakukan, sedangkan yang ketiga merupakan peningkatan/penurunan nilai variabel. Contoh diatas yang menggunakan while jika kita menggunakan for akan seperti ini:
Hasil:
Loop 1
Loop 2
Loop 3
Loop 4
Loop 5
Loop 6
Loop 7
Loop 8
Loop 9
Loop 10
Fungsi
Fungsi merupakan sekumpulan kode yang dapat kita panggil kembali. Ketika dipanggil maka kode-kode didalam fungsi tersebut akan dijalankan. Dengan menggunakan fungsi, program akan lebih mudah dibaca dan kita tidak perlu menulis kode yang sama berkali-kali. Kita dapat mengirimkan nilai variabel kedalam fungsi dan ketika fungsi selesai dijalankan nilai variabel tersebut dapat kita ambil kembali. Oke untuk lebih jelasnya, misalkan kita memiliki kode PHP seperti ini:
Jika kita menulis kode tersebut, kita telah membuang-buang waktu karena kita menulis kode yang sama sebanyak 5 kali. Jika kita menggunakan function() maka kita cukup menulisnya sekali saja, dan sisanya tinggal memanggil fungsi tersebut. Oke sekarang kita coba buat kode diatas menggunakan fungsi:
Kita membuat fungsi dengan nama myfunction, kita bebas memberikan nama untuk fungsi yang kita buat. Didalam fungsi myfunction terdapat sekumpulan kode. Nah untuk memanggil fungsi myfunction kita cukup menulis nama fungsinya saja yaitu myfunction();
Anda juga dapat mengirim variabel kedalam sebuah fungsi. Misal anda memiliki kode seperti dibawah ini yang dibuat tanpa fungsi:
Seperti yang anda lihat pada kode diatas sama semua hanya saja nilai variabelnya berbeda, kita dapat membuat fungsi dimana nilai variabelnya bisa kita masukkan. Seperti ini kodenya jika kode diatas dibuat menggunakan fungsi:
function anotherfunction($i,$j). $i dan $j adalah variabel yang memiliki nilai 1 dan 2 ketika kita memanggil fungsi anotherfunction(1,2) Jika kita memiliki fungsi:
function add($i,$j) {
…
}
Dan anda memanggil fungsi tersebut dengan add(1,2); maka nilai $i didalam fungsi tersebut adalah 1 dan nilai $j adalah 2.
Jika anda memiliki fungsi:
function substract($i,$j,$k) {
…
}
Dan anda memanggil fungsi substract(5,6,8); maka nilai $i = 5, $j = 6 dan $k = 8. Sekarang jika anda memanggil fungsi seperti ini:
$x=10;
substract(8,9,$x);
maka $i=8, $j=9 dan $k=10.
Bagaimana? sebelum anda lanjut akan lebih baik jika anda pahami betul mengenai fungsi, karena semakin besar kode PHP yang anda buat maka semakin banyak fungsi yang akan anda gunakan. Anda bisa saja membuat kode PHP tanpa fungsi, tetapi seperti yang saya bilang dengan fungsi anda bisa menghemat penulisan kode yang berulang-ulang.
Forms
Didalam dunia World Wide Web, form HTML merupakan tempat dimana kita bisa mengirimkan informasi dari pengguna ke server. PHP didesain agar dapat bekerja dan menerima informasi dari form HTML. Oke sekarang cobalah kode berikut ini dan simpan dengan nama form.php:
Jika anda buka result.php maka isi dari variabel $myname dan $myaddress kosong, karena memang belum anda deklarasikan isinya. Tetapi jika anda membuka file form.php terdapat text field dengan nama "myname" dan "myaddress". Nah nama textfield ini akan menjadi nama variabel apabila kita mengirimkannya ke PHP. Buka form.php dan coba anda isi text nama dan alamat. Ketika tombol diklik maka variabel tersebut akan dikirim ke file post.php. Dan file post.php akan menerimanya dan menampilkannya.
Anda dapat mengirim nilai variabel tersebut ke file itu sendiri. Metode ini biasanya yang paling sering digunakan. Untuk mengirim variabel ke file dirinya sendiri ubah saja form action ke . Cobalah kode dibawah ini dan simpan dengan nama self.php:
Beberapa fungsi built in PHP
PHP memiliki buanyak fungsi didalamnya. Buanyak bukan banyak, karena memang sangat banyak. Anda dapat membaca semua fungsinya di manual PHP. Belum lagi class-class yang tersebar di internet. Dijamin anda akan menemukan apa yang anda butuhkan. Oke, kembali ke fungsi. Saya akan menerangkan 3 fungsi dalam PHP yaitu date(), strlen() dan substr().
Fungsi date() digunakan untuk menampilkan tanggal dari server. Kita bisa mengatur hasil tampilan dari date() sesuka hati kita. Inilah kode-kode yang digunakan untuk menampilkan format date():
Format Deskripsi Hasil
a ‘am’ atau ‘pm’ huruf kecil pm
A ‘AM’ atau ‘PM’ huruf besar PM
d Tanggal (dengan angka diawali dengan 0) 20
D Hari (3 huruf) Thu
F Bulan January
Jam (format 12 jam - diawali dengan 0) 03
H Jam (format 24 jam - diawali dengan 0) 20
g Jam (format 12 jam - tanpa 0) 3
G Jam (format 24 jam - tanpa 0) 20
i Menit 47
j Tanggal (tanpa 0) 3
1 Hari Thursday
L Melompati tahun (’1′ untuk ya, ‘0′ untuk no) 1
m Bulan (angka - diawali dengan 0) 01
M Bulan (3 huruf) Jan
n Bulan (angka - tanpa 0) 1
s Detik 24
U Time stamp 1142743213
y Tahun (2 digit) 06
Y Tahun (4 digit) 2006
z Jumlah hari dalam setahun (0-365) 19
Z Waktu dari GMT 0
Contoh:
Hasil:
Today is 11 of October 2007, at 11.42 am
Bagaimana? mudah bukan untuk menampilkan tanggal pada PHP, sekarang kita pelajari strlen()
strlen() digunakan untuk mengetahu panjang dari string atau jumlah karakter dalam string. strlen() memerlukan masukan berupa string dan akan mengembalikan nilai yang merupakan jumlah karakter dalam string tersebut.
substr() digunakan untuk memotong suatu string dengan menentukan posisi karakter awal dan jumlah karakter yang akan dipotong. Daripada bingung cobalah kode berikut ini:
Hasil:
8
puter
put
Bagaimana? mudah kan. Semua yang telah anda baca, mulai dari menginstall hingga bagian ini merupakan dasar-dasar dari PHP dan masih banyak lagi yang harus dipelajari. Tetapi karena anda telah mengetahui dasarnya, maka tidak akan terlalu sulit apabila anda ingin mempelajari PHP lebih dalam lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)